SERANG – Penyebab kematian Firda Herliana Fitri pada Sabtu (4/3) belum terungkap. Polisi baru menemukan sedikit informasi. Namun, sudah memunculkan dugaan bahwa kematian bayi satu tahun tujuh bulan itu tidak wajar.
“(Penyelidikan-red) masih belum ada perkembangan. Ada dugaan lain (pembunuhan-red), tapi masih belum yakin,” tegas Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Serang Kota Ajun Komisaris Polisi (AKP) Panji Firmansyah, kemarin (16/3).
Kematian Firda diketahui setelah tetangga orangtua korban menemukan jasadnya. Tubuh mungil bayi pasangan Haeroni (31) dan Ernawati (27) itu mengambang di dalam sumur berkedalaman 20 meter. Sumur ini terletak di dapur rumah orangtuanya, di Tembong Kidul, RT 02 RW 03, Kelurahan Tembong, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang.
Sebelum ditemukan tewas di dalam sumur dengan pagar tembok setinggi sekira satu meter dan tertutup bekas pintu kamar mandi dari fiber, Firda dilaporkan oleh orangtuanya ke Polres Serang Kota karena dugaan penculikan pada Jumat (3/3). Firda menghilang dari tempat tidurnya ketika ditinggal oleh Ernawati mencuci piring di depan rumah. Ketika Firda tidur, Haeroni juga sedang mandi di sungai.
Panji menyatakan, pihaknya telah menginterograsi beberapa keluarga korban. “Belum ada penambahan (saksi-red), masih ada delapan orang yang dimintai keterangan, termasuk kedua orangtua korban,” ujarnya.
Untuk mengungkap kasus ini, penyidik masih menunggu hasil autopsi jasad Firda dari Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) Rumah Sakit dr Dradjat Prawiranegara. “Dari forensik belum. Katanya, kalau sudah segera diberikan kabar,” ucap Panji.
Selasa (14/3), Kepala IKFM RS dr Dradjat Prawiranegara dr Budi Suhendar Sp.F menyatakan, dokter forensik masih menganalisa penyebab kematian bayi tersebut. “Sampai saat ini masih kita analisa penyebab kematiannya. Apakah meninggal sebelum tercebur ke dalam sumur atau setelah tercebur ke dalam sumur,” jelasnya kepada wartawan.
Budi menerangkan bahwa jasad Firda sudah membusuk ketika ditemukan. Hal ini menandakan bahwa korban telah tewas selama 24 jam lebih.
“Umumnya begitu. Proses pertama masuk ke dalam sumur, mayat akan tenggelam ke dasar karena ada gravitasi dan banyak masuk air ke dalam tubuh. Kalau pun meninggal di darat (selama 24 jam-red), akan ada pembusukan dengan perubahan warna kulit,” papar Budi. (Merwanda/Radar Banten)











