SERANG – Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Serang 2016, hanya sembilan kilometer (km) jalan yang rusak. Ruas jalan yang kerap kali rusak pun akhirnya diputuskan untuk dibeton tahun ini.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kota Serang Asep Heryawan mengatakan, berdasarkan data 2016, dari 208 kilometer panjang jalan yang menjadi kewenangan Pemkot Serang, yang rusak masih tersisa tujuh persen atau sekira delapan kilometer. “Sedangkan yang rusak berat 0,05 persen atau sekira satu kilometer,” ujar Asep, Kamis (16/3).
Untuk kondisi jalan yang rusak sedang, tambah Asep, sekira 38 persen atau 38 kilometer. Sementara, kondisi jalan yang baik mencapai 54 persen atau 113 kilometer. Tahun ini, DPUPR mengalokasikan Rp51,5 miliar untuk peningkatan jalan. “Yang kondisinya rusak, kami perbaiki tahun ini,” urai pria berkacamata ini.
Kepala DPUPR Kota Serang M Ridwan mengatakan, peningkatan jalan di Ciwaru Raya akan menggunakan beton dengan panjang sekira 800 meter dan lebar delapan meter. Pelebaran ruas jalan itu dilakukan untuk mengantisipasi timbulnya kantong parkir dan agar tidak terjadi bottleneck (leher botol). Selain peningkatan status jalan, drainasenya juga akan diperbaiki agar tidak ada genangan air. Lantaran saluran drainase itu bersinggungan dengan jalan yang menjadi kewenangan pemerintah pusat, pihaknya akan berkoordinasi dengan satker.
Selain itu, perbaikan ruas Ciracas-Cigintung (Sepang) juga akan dilelang kembali tahun ini. Ruas Jalan Ki Mas Jong atau sekitar alun-alun yang kini terdapat beberapa lubang juga akan diperbaiki.
Kata mantan Kepala Dinas Tata Kota ini, ruas Jalan Baros-Petir juga akan dibangun. “Di ruas jalan itu, Cilengsir, kewenangan Pemkot ada di tengah antara jalan Kabupaten Serang. Kami perbaiki jalan kewenangan kami,” terangnya.
Namun, ia menerangkan, tidak semua ruas jalan yang ada di Kota Serang kewenangan Pemkot. Di jalan provinsi, misalnya, ada beberapa ruas jalan yang rusak antara lain Jalan Raya Kasemen dan Jalan Ayip Usman. Sementara, jalan nasional yang kondisinya rusak antara lain Jalan Raya Pandeglang dan Kemang. Untuk itu, Pemkot tidak bisa melakukan perbaikan.
Sementara itu, Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengatakan, banyaknya jalan yang berlubang dikarenakan musim hujan sehingga membuat aspal cepat habis. Untuk perbaikan jalan rusak tahun lalu, ayah empat orang anak ini mengaku, telah mengalokasikan tahun ini. Sementara, yang rusak tahun ini akan ditangani dengan pemeliharaan terlebih dahulu. “Apabila rusak berat, akan kami anggarkan di APBD perubahan atau murni tahun depan,” ucap pria pencinta off-road ini.
Terkait jalan provinsi dan nasional yang rusak, ia mengaku, sudah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan Pemprov Banten maupun pemerintah pusat. Hanya saja, perbaikan tergantung kebijakan di Pemprov atau pemerintah pusat. “Kami tidak bisa menangani langsung. Kalau usulan sering,” pungkas politikus Partai Golkar ini. (Rostina/Radar Banten)










