JAKARTA – Terdakwa kasus pembunuhan Kim Jong-nam, abang tiri pemimpin Korea Utara Kim Jong-un, Siti Aisyah (25) kembali menjalani persidangan, Selasa (30/5). Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, pada sidang yang berlangsung di Mahkamah Sesyen Sepang itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) membeberkan bukti-bukti yang mereka temukan.
”Hakim lalu memelajari bukti-bukti tersebut dan memutuskan kasus tersebut dibawa ke high court. Salinan bukti-bukti itu harus diberikan kepada pengacara selamat-lambatnya dua minggu sebelum sidang di high court,” tutur Retno, kemarin (30/5).
Retno menjelaskan, hingga saat ini, dirinya belum mendapatkan informasi tentang kapan sidang di high court nanti akan dilaksanakan. Berdasarkan informasi yang didapatnya, sidang kemungkinan besar baru akan dilakukan setelah Idul Fitri nanti. ”Sekarang ini, pengacara sedang menunggu salinan bukti untuk menyiapkan pembelaan dan tanggal persidangnnya,” ungkap Retno.
Penerjemah yang mendampingi Aisyah selama persidangan, Saiful Aiman, mengatakan bahwa Aisyah menanggapi keputusan hakim dengan biasa. Aisyah sepertinya sudah paham bahwa berkas perkaranya akan dialihkan ke high court dan itu artinya, dia masih harus menjalani masa tahanan lebih lama lagi. ”Tadi reaksinya biasa saja. Saya sempat tanya kabar juga. Dia jawab sehat dan sedang berpuasa. Dan ketika saya tanya soal keluarga, dia hanya tersenyum,” kata Saiful.
Sudah lebih dari tiga bulan, Aisyah mendekam dalam penjara. Selama itu juga, Aisyah harus menahan rindu untuk bertemu dengan keluarganya. Seolah tidak bisa lagi menahan kerinduannya, Aisyah lalu menulis sebuah surat. Surat yang ditujukan untuk orangtua dan anaknya itu dia sampaikan kepada Ketua Satgas Perlindungan WNI KBRI Kualalumpur Yusron B Ambary.
Dilansir The Telegraph, selepas menghadiri sidang ketiga Aisyah di Mahkamah Sesyen Sepang kemarin (30/5), Yusron menjelaskan inti dari surat tersebut kepada awak media. Dia mengatakan bahwa melalui surat tersebut, Aisyah meminta orangtuanya untuk tidak mengkhawatirkannya.
”Saya dalam keadaan baik. Berdoa saja. Jangan terlalu memikirkan saya. Jaga kesehatan dan salat malam. Di sini banyak yang membantu saya. Dari Kedutaan juga selalu datang menemui saya. Begitu juga dengan tim pengacara. Jangan khawatir. Mohon doanya agar kasus ini segera selesai dan saya bisa pulang. Salam sayang untuk Rio, anak saya,” kata Yusron menjelaskan inti surat yang ditulis Aisyah. (JPG/Radar Banten)








