PANDEGLANG – Tindak kriminalitas selama perayaan Lebaran Idul Fitri, Minggu-Kamis (25-29/6), relatif tidak ada alias nihil. Kekhawatiran terhadap kemungkinan terjadi aksi penjambretan, pembobolan rumah kosong, tawuran, dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dalam kurun waktu tersebut sama sekali tidak terjadi.
Kapolres Pandeglang AKBP Ary Satriyan menyebutkan, hingga Kamis (29/6) malam, belum ada laporan mengenai adanya tindakan kriminalitas. “Hampir di semua polsek sampai saat ini belum ada laporan tindak kriminalitas. Terlebih, di Mapolres,” kata Ary dihubungi Radar Banten, kemarin malam.
Ary mengklaim, tidak terjadinya tindak kriminalitas terlaksana karena dilakukannya peningkatan pengamanan di sejumlah wilayah, yang dianggap rawan kriminal. “Seperti menempatkan tiga pospam (pos pengamanan), satu pos pelayanan kesehatan, dan 25 titik pos gatur (pos penjagaan dan pengaturan),” katanya.
Selain itu, kata Ary, tingkat kriminalitas akibat minuman keras (miras) selama Lebaran dapat diantisipasi. Dengan cara melakukan razia di sejumlah daerah yang ditengarai rawan peredaran miras. “Kami, aparat kepolisian di Polda Banten, serentak melakukan razia miras. Seperti di daerah Labuan termasuk daerah rawan miras, kita dapat melakukan razia. Sementara, di daerah pusat peredaran miras seperti di Cilegon dan Serang sudah dilakukan razia terlebih dahulu,” katanya.
Dihubungi melalui telepon seluler, Camat Panimbang, Suaedi Kurdiatna memastikan, di daerah Panimbang juga terhitung aman dari tingkat kriminalitas, misalnya aksi tawuran akibat kenakalan remaja yang sebelumnya pernah terjadi di malam takbiran dan beberapa malam setelah Lebaran. “Biasanya, pada malam Lebaran yang selalu dikhawatirkan terjadi keributan anak-anak muda akibat mabuk miras. Tapi, di Lebaran tahun ini saya tidak mendengar adanya informasi itu. Alhamdulillah, saya sangat bersyukur,” katanya. (Herman/RBG)









