SERPONG – Bisnis esek-esek berkedok kebugaran di Kota Tangsel sudah cukup banyak. Bahkan di beberapa tempat mudah ditemui, terutama di kawasan perdagangan, seperti daerah Serpong. Meski sudah beberapa kali ditertibkan namun, tetap saja masih beroperasi. Terang-terangan menawarkan jasa seks.
Radar Banten, Jumat (25/8) mendatangi sejumlah tempat di Boulevard, BSD. Di salah satu pusat perdagangan ini terhampar ratusan rumah toko atau ruko. Mereka menjajakan pelbagai jenis bisnis, dari otomotif, ritel, sembako, karaoke, hingga kebugaran atau panti pijat.
Di kawasan ini banyak bisnis panti pijat, bahkan di sejumlah blok. Salah satunya adalah Blow Art. Tempat ini pernah disegel Satpol PP Kota Tangsel, karena menyediakan layanan esek-esek. Namun tetap beroperasi kembali.
Saat mendatangi tempat ini, pelayan Blow Art dengan ramah menawarkan fasilitas. Seperti oral seks dan lain sebagainya. Mereka terang-terangan dengan menyebut beberapa harga. ”Standar operasional prosedur (SOP) ada layanan oralnya. Harganya dari Rp180 ribu,” kata pelayan Blow Art, Andini.
Ia menunjukkan sejumlah foto yang berisi terapis dengan pakaian menantang. Sekilas tidak ada perbedaan dengan layanan yang diberikan meski pernah disegel oleh Satpol PP.
Andini mengungkapkan, harga Rp180 ribu belum termasuk uang tips yang diberikan. Harganya tergantung kesepakan di dalam kamar. Manajemen tidak turut campur untuk urusan seperti itu.
”Kalau mau making love (ML) juga tidak dipatok berapa. Tinggal pelanggan saja yang bernegoisasi,” katanya.
Tempat serupa juga ditemui di dekat Blow Art. Namanya Bintang Baru. Ruko ini memiliki tiga lantai. Saat masuk disambut pelayan. Sama seperti Blow Art. Untuk memilih terapis juga lewat foto yang disediakan melalu telepon pintar. Perempuan seksi dengan pakaian menantang juga diberikan. Harganya lebih murah Rp96 ribu untuk satu jam. Sementara buat 90 menit harganya 128 ribu.
Ridwan, pelayanan Bintang Baru mengatakan, untuk layanan plus-plus disediakan. Hanya harganya berapa itu, ia tidak mengetahui. Namun ada batasan nilai maksimal Rp350 ribu untuk uang yang diberikan.
Sementara Wiwi, terapis Bintang Baru, mengaku menawarkan layanan untuk ML. Ia mematok biaya Rp300 ribu untuk sekali layanan. Harga tersebut di luar biaya kamar yang mencapai Rp96 ribu hingga Rp128 ribu. Kata dia, layanan ini memang sudah disediakan. Soalnya kalau mengandalkan mijit saja tidak akan bisa menutupi kebutuhan hidup. ”Bagaimana lagi. Kalau cuma ongkos pijit saja, enggak bisa buat makan,” katanya.
Kepala Satpol PP Kota Tangsel Chaerul Saleh mengatakan, akan menindaklanjuti adanya bisnis esek-esek di Boulevard. Ia mengaku sudah beberapa kali melakukan penertiban. Terapis yang melayani esek-esek sudah dibawa ke Pasar Rebo, Jakarta Timur untuk mendapatkan pembinaan.
”Bicara penertiban mah sering. Kita tertibkan beberapa kali. Kalau masih ada, paling kita razia saja,” ujarnya. (FIRDAUS/RBG)









