SERANG – Air Sungai Cidurian berubah warna menjadi hitam, diduga perubahan warna dari kecokelatan menjadi hitam tersebut akibat tercemar limbah pabrik yang berada tak jauh dari aliran sungan yang mengalir melewati daerah Kabupaten Serang dan Kabupaten Tangerang tersebut.
Kondisi air sungai yang menghitam tersebut pun dikeluhkan warga. Bukan hanya nelayan atau petani, tapi warga pada umumnya pun mengeluhkan hal tersebut.
Udur, warga Desa Renged, Kecamatan Kresek, Kabupaten Tangerang mengaku sangat menyesalkan kondisi sungai tersebut. Menurutnya, Sungai Cidurian sudah terkontaminasi limbah pabrik selama delapan tahun.
“Air sangat penting dalam kehidupan, tanpa air semua makhluk hidup yang ada di bumi akan mati. Tanpa air manusia bisa kehausan bahkan kekurangan zat air di badannya hingga mengakibatkan kematian,” ujar Udur kepada Radar Banten Online, Senin (28/8).
Dikatakan Udur, sungai tersebut biasa digunakan warga untuk kehidupan sehari-hari baik melalui saluran dari PDAM atau sungai secara langsung.
“Sering kami langsung ke sungai untuk mandi berenang bersama-sama teman sehabis bermain bola dan itu beberapa tahun yang lalu. Kadang juga kami sering mencari ikan di kala sungai sedang surut,” tuturnya.
Namun, hal tersebut tak lagi bisa dilakukan karena kondisi sungai yang memprihatinkan. Tidak hanya menghitam, namun juga bau.
“PT PDAM pun sampai saat ini tidak beroperasi, sehingga warga Desa Renged khususnya kesulitan air untuk kebutuhan sehari-harinya,” ujarnya.
Udur pun berharap agar pemerintah, untuk segera menyikapi persoalan tersebut, agar sungai kembali normal dan bisa kembali dimanfaatkan warga untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca Juga: Air Sungai Ciujung Berwarna Hitam dan Bau, Diduga Tercemar Limbah Industri
Sebelumnya, seperti yang telah diberitakan Radar Banten Online, masyarakat dan nelayan Kampung Tengkurak, Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, mengeluhkan Sungai Ciujung yang berwarna hitam dan berbau yang diduga akibat buangan limbah dari beberapa perusahaan yang ada di Kabupaten Serang. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)









