SERANG – Sejak pendaftaran calon anggota KPU Banten ditutup 21 Februari, tim seleksi (timsel) langsung melakukan penelitian administrasi. Karena jumlah pendaftar lebih dari 60 orang, timsel memastikan banyak yang tersingkir sebelum ikut seleksi.
“Istilahnya timsel bukan mencoret, tapi kami menyeleksi semua berkas pendaftar dengan meneliti semua kelengkapan administrasi, menilai kompetensi yang berkaitan dengan kepemiluan, kepartaian, ketatanegaraan dengan melihat pengalaman kepemiluan, karya tulis, riwayat pendidikan dan pengalaman organisasi. Berdasarkan cara itu, timsel menentukan 60 orang yang berhak ikut tes tertulis pada 7 Maret mendatang,” kata Ketua Timsel Calon Anggota KPU Banten Lili Romli kepada Radar Banten, akhir pekan kemarin.
Berdasarkan data dari kesekretariatan pansel, jumlah pendaftar sebanyak 91 orang dan 88 orang menyerahkan berkas pendaftarannya secara langsung ke sekretariat timsel, sementara tiga orang melalui pos dan e-mail timselkpubanten@gmail.com.
“Timsel dalam melaksanakan tugasnya akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan transparansi untuk memenuhi harapan masyarakat mendapatkan penyelenggara pemilu yang bersih, adil, dan jujur,” kata Lili.
Penilaian timsel terhadap bakal calon peserta, lanjut Lili, berdasarkan bobot penilaian yang sudah ditetapkan KPU melalu Peraturan KPU RI Nomor 35 Tahun 2018. “Bisa saja pendaftar yang pendidikannya tinggi (S-3), tapi tidak punya pengalaman kepemiluan, dia tidak lolos seleksi administrasi. Sebaliknya pendaftar hanya S-1, tapi punya pengalaman kepemiluan yang lolos seleksi administrasi,” ungkap Lili.
Senada dengan itu, Ketua KPU Banten Agus Supriyatna selaku pengarah timsel membenarkan bahwa kerja-kerja timsel sudah ditentukan oleh KPU RI sehingga tidak bisa sembarangan memutuskan yang lolos seleksi administrasi. Agus pun meyakini timsel akan transparan dalam menjalankan tugasnya. “Pengumuman 60 orang yang lolos seleksi administrasi dan 31 orang yang tidak lolos akan disampaikan pada Rabu (28/2),” katanya.
Sementara itu, pengamat politik Untirta Leo Agustino menilai, semakin banyak calon peserta seleksi, akan semakin ketat kompetisi pemilihan anggota KPU Provinsi Banten periode 2018-2023. Ini membuat timsel punya banyak pilihan.
“Oleh karena itu, timsel harus memilih best of the best dari para pendaftar,” katanya.
Dikatakan Leo, semua pendaftar memiliki peluang yang sama meskipun timsel hanya akan meloloskan 60 orang untuk ikut tahapan seleksi. Sebab, semua warga negara yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan mempunyai hak yang sama untuk menjadi anggota KPU. “Memang wajah lama sedikit lebih berpeluang untuk terpilih kembali sebab mereka tahu betul celah regulasi, penyelenggaraan, pemantauan, dan segalanya dibandingkan dengan wajah baru. Tapi, bukan berarti wajah baru tidak punya kesempatan. Mereka punya kans apabila memahami dengan baik seluk-beluk kepemiluan karena sekarang penyelenggaraan pemilu menjadi lebih keras dan ketat,” jelasnya.
Akan tetapi, kata Leo, kendalanya profesionalisme timsel jadi pertaruhan. Soalnya, proses seleksi anggota KPU selama ini rentan dengan isu peserta titipan. “Keadaan ini bukan saja terjadi di level daerah, di tingkat pusat pun tak luput dari isu titipan-titipan itu,” urai Leo.
“Kita berharap timsel calon anggota KPU Banten benar-benar menjadi yang independen, transparan, dan berintegritas,” sambung Leo.
Sejumlah wajah baru yang ikut mendaftar mengamini pernyataan Leo. “Persaingan pasti ketat, apalagi wajah lama banyak yang mendaftar kembali. Tapi, saya optimis bisa lolos seleksi adminiatrasi,” kata Badrul Munir, pendaftar baru calon anggota KPU Banten.
Badrul yang berprofesi sebagai pengacara ini meyakini semua calon peserta seleksi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. “Persaingan sesungguhnya saat tes tertulis sebab menggunakan sistem CAT (computer assisted test) yang hasilnya langsung diketahui peserta,” tuturnya.
Sementara itu, Eka Satya Laksmana, mantan komisioner Bawaslu Banten yang juga mendaftar calon anggota KPU Banten mengaku, telah mempersiapkan semua berkas sebelum mendaftar ke timsel. “Untuk bisa ikut seleksi, kan harus lolos tahap administrasi. Saya sih berusaha enjoy saja meskipun persaingannya pasti berat. Mental dan fisik juga harus siap agar saat seleksi nanti bisa maksimal. Saya percaya timsel-nya bekerja sesuai aturan yang berlaku dan transparan,” kata Eka. (Deni S/RBG)









