KASEMEN – Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa menilai bahwa masyarakat modern masih kalah dengan para pendahulunya. Artinya, sumber daya manusia (SDM) zaman dulu lebih maju ketimbang SDM saat ini.
Hal itu diungkapkan Pandji usai melakukan ziarah ke makam pahlawan yang ada di Banten pada Kamis (4/10) sebagai rangkaian kegiatan hari jadi ke-492 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang, juga untuk mengenang sejarah lahirnya Kabupaten Serang. Turut mendampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Serang Tubagus Entus Mahmud Sahiri, dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Serang.
Ziarah yang dilakukan oleh jajaran pejabat Pemkab itu diawali di makam Sultan Maulana Yusuf Kasunyatan dan makam Sultan Maulana Hasanuddin Banten di Banten Lama, Kecamatan Kasemen. Usai mengunjungi dua makam sultan tersebut, rombongan bertolak ke Kecamatan Cinangka untuk ziarah ke makam KH Brigjen Syam’un yang merupakan salah satu pahlawan dari Kabupaten Serang.
Pandji mengatakan, ziarah yang dilakukan merupakan rangkaian kegiatan hari jadi ke-492 Kabupaten Serang yang jatuh pada 8 Oktober. Tujuannya agar masyarakat jangan pernah melupakan sejarah di Kabupaten Serang yang berasal dari perjuangan para leluhur.
“Dulu Banten adalah peradaban Islam di nusantara. Rempah-rempah yang dari Maluku dulu didistribusikan di sini (Banten-red),” terangnya.
Terutama, kata Pandji, para pahlawan Banten seperti Sultan Maulana Hasanuddin, Sultan Maulana Yusuf, dan KH Brigjen Syam’un merupakan pendiri Banten sebagai kutub peradaban Islam di nusantara. Melalui peringatan hari jadi daerah, pihaknya ingin menggali dan membangun motivasi pejabat dan masyarakat agar kejayaan Banten tidak sekadar dikenang dan dibanggakan. “Tapi, kejayaannya harus bisa dijadikan teladan,” ujar Ketua Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari) Banten ini.
Momentum hari jadi Kabupaten Serang melalui kegiatan ziarah, dijelaskan Pandji, salah satu cara untuk mengenang para pendahulu Banten. Keteladanan para pendiri Banten diharapkan bisa menjadi keteladanan oleh aparatur pemerintah di lingkungan Pemkab Serang. Utamanya, lanjut Pandji, para pahlawan bisa menjadi keteladanan masyarakat di Kabupaten Serang.
Menurut pria bertubuh jangkung itu, masyarakat modern masih kalah dengan para pendahulunya. “Artinya, SDM dulu lebih maju dibandingkan SDM sekarang. Ini menjadi cambuk, kita harus menjadi yang terdepan, jangan kalah sama wilayah lain. Kita tekadkan semangat untuk mengejarnya. Minimal kita satu langkah di atas mereka (daerah lain-red),” pesan mantan kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Serang ini.
Senada diutarakan Halifah, peziarah asal Cinangka yang ditemui wartawan di makam Sultan Maulana Hasanuddin. Kedatangannya berziarah selain untuk mengenang jasa-jasa para pahlawan yang telah mendirikan Banten, juga ingin mengikuti jejak para ulama yang mendoakan para pendahulunya. “Beliau (merujuk Sultan Maulana Hasanuddin-red) kan ulama. Kita hanya ingin mendoakan para pendahulu kita yang sudah berjuang hingga kita merdeka seperti sekarang,” ujarnya. (Adi/RBG)









