SERANG – Pembangunan tahap kedua gedung RSUD Kota Serang di Kelurahan Penancangan, Kecamatan Cipocokjaya, dipercepat. Pembangunan yang menggunakan anggaran dari bantuan keuangan Pemprov Banten itu harus selesai pada 24 Desember mendatang.
Direktur RSUD Kota Serang dr Ahmad Hasanudin mengungkapkan, saat ini pembangunan rumah sakit tipe C itu dikebut. “Selain menambah jumlah pekerja, shift juga bertambah, jadi bekerja siang dan malam,” ujar pria yang akrab disapa Hasan ini, Kamis (18/10).
Ia sudah mewanti-wanti pihak penyedia untuk dapat merampungkan pembangunan tepat waktu. Sebagai penyedia yang sudah berkali-kali mendapatkan proyek di tingkat nasional, Hasan mengungkapkan, pihak ketiga menyatakan kesiapannya.
Saat ini pembangunan sudah sampai pengocoran di lantai tiga. “Lantai dua sudah semuanya dicor. Lantai tiga baru sebagian. Kami optimistis,” tuturnya.
Pembangunan tahap kedua RSUD yang menghabiskan anggaran Rp18,5 miliar itu terdiri atas ruang IGD, ruang hematologi, dan ruang bedah. Luas bangunan itu hampir 40 meter x 20 meter.
Selain itu, tambahnya, anggaran itu juga termasuk pembangunan instalasi pembuangan air limbah. “Alokasi dari bantuan keuangan Pemprov memang Rp20 miliar, tapi nilai kontraknya sekira Rp18,5 miliar,” terangnya.
Kata dia, pembangunan tahap kedua ini memang untuk melengkapi sarana prasarana di RSUD. Lantaran belum lengkap, hingga saat ini RSUD itu belum bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.
Untuk itu, Hasan berharap, pembangunan tahap kedua itu dapat rampung tepat waktu. Selain untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat, juga agar beban pembiayaan tak menjadi tanggung jawab Pemkot lantaran tak rampung tepat waktu.
Seperti diketahui, di dalam Peraturan Gubernur Banten mengenai alokasi bantuan keuangan untuk kabupaten kota, ada klausul yang menyebutkan apabila anggaran tak terserap sampai akhir tahun, kelanjutan kegiatan akan ditanggung kabupaten kota masing-masing. Untuk itu, dengan sisa waktu 40 hari lagi, Pemkot akan berinovasi dengan beberapa opsi agar dapat menyerap anggaran dengan baik.
Seperti diketahui, tahun ini Pemkot Serang mendapat bantuan keuangan dari Pemprov Banten sebesar Rp30 miliar. Hingga saat ini, realisasinya baru Rp7,9 miliar.
Penjabat Walikota Serang Ade Ariyanto mengatakan, Pemkot akan taat asas. Ada banyak faktor yang memengaruhi masih rendahnya serapan bantuan keuangan. Salah satunya adalah proses lelang yang membutuhkan waktu. “Untuk itu, dengan sisa waktu ini kami fokus untuk semangat bekerja,” tuturnya. (Rostinah/RBG)










