PANDEGLANG – Penanganan sejumlah fasilitas umum di Pusat Pemerintahan Kabupaten Pandeglang yang rusak akibat disapu angin kencang pada Rabu (17/10) lalu, terkendala anggaran. Pemkab Pandeglang, dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang belum bisa melakukan perbaikan fasilitas, karena belum teralokasinya dana.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadam Kebakaran dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Endan Permana membenarkan belum bisa diperbaikinya sejumlah fasilitas umum akibat bencana angin kencang pada Rabu (17/10) lalu. Soalnya, kata dia, selain anggaran Pemkab yang terbatas juga Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2018 sudah dievaluasi oleh Pemprov Banten. “Ditambah penanganannya ada di dinas teknis selaku pengelola,” kata Endan kepada Radar Banten, kemarin.
Endan menerangkan, pembangunan sejumlah fasilitas umum akibat bencana itu seperti di Taman Alun-alun Berkah ada Dinas Lingkungan Hidup (LH). Kemudian sejumlah fasilitas perkantoran seperti plafon Setda dan Dinas Perindustrian Perdagangan dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) ada di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). “Kalau kita hanya menerima laporan, dan data kerugian di masing-masing instansi. Penangannya ada di instansi terkait. Seperti Alun-alun ada di LH, kalau kantor ada di PUPR,” katanya.
Namun, kata Endan, hasil koordinasi dengan Dinas LH baru program penebangan sejumlah pohon yang akan segera dilakukan. “Semalaman kemarin (17/10), kita bersama LH melakukan penebangan dan pemotongan dahan pohon yang dianggap berpotensi tumbang di sejumlah ruas jalan,” katanya.
Dihubungi melalui telepon seluler, Pelaksana Tugas (Plt) Kelapa Dinas LH Kabupaten Pandeglang Indah Dinarsiani mengatakan hal yang sama. Untuk menangani persoalan akibat bencana perlu anggaran. “Justru kami juga masih memiikirkan, karena APBD P udah dievaluasi Pemprov Banten,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah fasilitas umum di Pusat Pemerintahan Kabupaten Pandeglang mengalami kerusakan. Akibat diguyur hujan yang disertai angin kencang, Rabu (17/10) pukul 14.35 WIB. (Herman/RBG)









