SERANG – Kepolisian Daerah (Polda) Banten menyerukan seluruh elemen untuk tetap menjaga persatuan dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal tersebut diungkapkan Kapolda Brigjen Pol Teddy Minahasa saat memimpin kirab merah putih dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-90 di Alun-alun Barat, Kota Serang, Selasa (30/10).
Lulusan Akademisi Kepolisian Tahun 1993 itu mengungkapkan, dalam momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat maupun pemuda untuk menjaga keutuhan NKRI dan persatuan bangsa. “Kami sepakat mulai dari tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat Banten, kita akan tetap menjaga persatuan bangsa, menjaga keutuhan NKRI, serta menjaga situasi kondusif di wilayah Banten,” ujarnya.
Kapolda menilai, menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI merupakan tanggung jawab setiap warga negara. Sebab, perjalanan bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaan dilalui dengan berbagai perjuangan. Perjuangan dilakukan dengan semangat kebangsaan dan cinta tanah air oleh para pahlawan. “Pemuda saat ini memang tidak mengalami sedihnya perjuangan yang mengorbankan jiwa, raga, keringat, dan darah dari nenek moyang kita. Sekarang hanya tinggal mengisi kemerdekaan, tapi tidak boleh seenaknya,” katanya.
Pemuda punya andil besar dalam upaya kemerdekaan bangsa Indonesia. Oleh karena itu, generasi muda wajib mempertahankan kemerdekaan dengan menjaga persatuan, keutuhan NKRI, serta menjadi garda terdepan dan benteng terakhir penjaga ideologi Pancasila.
Kata dia, terkait pembakaran bendera HTI yang terjadi di Garut dan upaya menciptakan distabilitas keamanan dalam negeri, menjadi tanggung jawab segenap elemen bangsa termasuk para pemuda.
Teddy mengapresiasi antusiasme pemuda di Banten. Hal tersebut membuktikan bahwa Banten memiliki masyarakat yang cinta pada keutuhan NKRI dan bertanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan dengan cara yang positif.
Di tempat yang sama, Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah mengatakan, pemuda harus memiliki tiga hal, yakni sakti, bakti, dan bukti atau dalam bahasa Jawa, trikoro dharmo. “Sekarang ini pemuda tinggal baktinya menjaga kesatuan Republik Indonesia,” katanya.
Menurutnya, dalam mengisi kemerdekaan, pemuda harus menjaga komitmen bangsa yang berlandaskan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Menurutnya, semuanya itu tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Itu yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. Tinggal komitmen kita semua,” katanya.
Kegiatan yang dipusatkan di Alun-alun Barat Kota Serang itu dimulai pukul 14.00 WIB. Hadir dalam acara jajaran kapolres se-Banten, Abuya Muhtadi, Walikota Serang terpilih Syafrudin, organisasi kepemudaan, santri, dan pejalar yang berasal dari kabupaten kota se-Provinsi Banten.
Kemeriahan kirab merah putih ini tampak saat ribuan elemen yang didominasi pemuda dan pelajar itu tumpah ruah memadati jalan-jalan Kota Serang. Kapolda Banten berada di barisan paling depan berikat kepala merah putih berjalan di Jalan Veteran depan pendopo bupati Serang via Jalan Ahmad Yani, Jalan Maulana Yusuf ke arah Pasar Lama baru masuk ke dalam Alun-alun Barat. Pada akhir acara, doa dipimpin oleh ulama karismatik Banten Abuya Muhtadi. (Fauzan D/RBG)









