Jamal (30), seorang pekerja toko ditemukan tak bernyawa di Jalan Raya STPI KM 5, Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (30/10) dini hari. Ia tewas dengan luka tembak di punggungnya. Polisi kini tengah mengejar sang koboi jalanan.
CURUG – Hendrik (24), tiba-tiba meloncat dari kasur di toko tempatnya bekerja di Jalan Raya STPI KM 5, Curug, Kabupaten Tangerang, Selasa (30/10) sekira pukul 02.30 WIB. Ia baru saja mendengar suara letusan senjata api. Keras dan jaraknya sangat dekat.
Awalnya, ia mengira itu suara knalpot racing yang biasa dilakukan pemuda sekitar. Namun ini lain, suaranya terdengar tajam di telinga dan meletus dua kali. Hatinya ciut dan ragu untuk keluar. Ia belum mau beranjak dari peraduannya.
Sementara di luar, kondisinya sangat sunyi dan dingin. Saat dirasanya tenang, ia lalu keluar berbarengan dengan warga yang lain. Darah Hendrik langsung mendesir, saat melihat sesosok tubuh pria tergeletak tak bernyawa. Tubuh pria tersebut telah bersimbah darah. ”Sudah tak bernapas pak. Tewas di tempat,” katanya.
Warga yang melihat takut mendekat. Hingga akhirnya polisi datang ke lokasi.
Diketahui, pria tersebut bernama Jamal. Usianya 30 tahun berasal dari Solok, Sumatera Barat. Korban diketahui beralamat di Toko Nia Colection di Kampung Curugkulon, Curug, Kabupaten Tangerang.
Kasus ini kemudian diselidiki Polres Tangerang Selatan dan Polsek Curug. Sebanyak dua orang saksi dimintai keterangannya oleh petugas. Dari lokasi, polisi juga mengamankan dua selongsong peluru. Dari data yang dihimpun Radar Banten, peluru tersebut dari jenis FN atau Bareta kaliber 9mm. Diduga peluru senjata pabrikan Belgia ini dipakai pelaku menghabisi nyawa korban.
Saat dikonfirmasi. Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Alexander Yurikho membenarkan kejadian tersebut. Meski demikian, Alex masih irit berkomentar. Pernyataannya pun masih normatif. ”Masih dalam penyelidikan mas. Sebentar ya, tim Vipers masih bekerja,” singkatnya. (Wahyu S/RBG)










