SERANG-Ketersediaan guru berstatus negeri di Kota Serang belum mencukupi. Ibukota provinsi ini masih kekurangan guru berstatus negeri sebanyak 1.555 orang.
Perincian dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Serang, kekurangan tersebut sebanyak 1.125 untuk guru sekolah dasar (SD) dan 430 untuk guru SMP.
“Idealnya 4.000 guru negeri, tapi kita baru punya 2.500-an,” kata Kepala Dindikbud Kota Serang Akhmad Zubaidillah saat ditemui di Gedung Olahraga (GOR) Maulana Yusuf, Ciceri, Kota Serang, Kamis (24/1/2019).
Meski guru negeri berstatus kurang, Zubadillah mengatakan, proses belajar mengajar tetap berjalan seperti biasa. Sebab, sekolah dibantu oleh guru-guru yang berstatus honorer. “Kan itu ada dana BOS (bantuan operasional sekolah-red) yang 15 persen dari alokasinya untuk pembiayaan guru honorer,” ujarnya.
Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan (PGTK) Dindikbud Kota Serang Lili Mutawali membenarkannya. Dari catatannya, jumlah guru SD di Kota Serang ada 3.752 guru dengan rincian 1.742 berstatus negeri dan 1.830 berstatus honorer. Dari jumlah itu, Kota Serang masih membutuhkan 1.125 guru yang terdiri dari 704 guru kelas, 171 guru agama, dan 250 guru olahraga. Sedangkan untuk SMP, dari kebutuhan 1.081 baru ada 651 guru sehingga masih kurang 430 lagi. “Jadi, memang lebih banyak honorernya,” kata Lili.
Secara ideal masih membutuhkan penambahan untuk guru yang berstatus negeri. Hitungannya disesuaikan dengan jumlah rombongan belajar yang ada di setiap sekolah. “Misalnya, pada SD X ada delapan rombongan belajar (rombel) maka setidaknya butuh enam guru kelas, dua guru agama dan dua guru olahraga, serta satu kepala sekolah,” jelas Lili.
Kekurangan guru negeri juga karena setiap tahun guru yang memasuki masa pensiun cukup tinggi. Setiap tahun tidak kurang ada 115 guru di Kota Serang pensiun. “Jadi, habis juga lama kelamaan,” katanya.
Kendati jumlah guru berstatus negeri kurang, Lili mengatakan, proses kegiatan belajar mengajar di sekolah berjalan lancar. Sebab, masing-masing sekolah memiliki guru honorer yang jumlahnya mencukupi. “Jadi, memang terbantu oleh guru-guru honorer yang ada,” katanya.
Keberadaan guru honorer juga memiliki kualitas yang sama dengan guru berstatus negeri. Sebab, kata Lili, pihaknya terus melakukan pengawasan dan penjaminan mutu melalui bimbingan teknis, workshop, dan penataran bagi para guru honorer. “Pembinaan guru terus kita lakukan,” katanya.
Penguatan kompetensi guru, lanjut Lili, juga menjadi agenda yang terus dilakukan Dindikbud. “Jadi, kita sering lakukan penguatan kompetensinya, penguatan pembelajarannya. Kita terus tatar, bina agar tidak menurun kualitasnya meski yang mengajar honorer,” katanya.
Kata Lili, setiap ada ajang perlombaan atau olimpiade sekolah, Kota Serang selalu bisa mengirim perwakilannya baik tingkat provinsi atau tingkat nasional. “Artinya, kualitasnya tidak kalah dengan kabupaten kota lain,” katanya.
Senada dikatakan Kepala Bidang SMP Dindikbud Kota Serang Sarnata. Ia menemukan salah satu SMP yang hanya memiliki tiga guru negeri. Padahal sekolah tersebut membutuhkan 12 guru. “Itu hanya ada tiga guru yang negeri. Itu pun termasuk kepala sekolahnya. Padahal rombongan belajar ada 12 dan mata pelajaran yang diberikan ada sepuluh. Kalau dilihat mata pelajarannya saja kekurangan delapan guru mata pelajaran,” ujarnya.
Memang, kekurangan guru negeri masih bisa dikaver oleh guru honorer. “Kekurangan guru ini sifatnya harus ada campur tangan pusat juga. Tapi, kita selalu berharap ada penambahan guru. Harapannya, kekurangan guru khususnya SMP, secara perlahan terpenuhi,” katanya. (Supriyono/Lutfi)











