SERANG – Syafrudin dan Subadri Ushuludin mendapat wejangan khusus dari mantan penjabat walikota Serang Asmudji HW sebagai modal membangun Kota Serang. Wejangan disampaikan dalam rapat paripurna istimewa hari ulang tahun (HUT) ke-12 Kota Serang di Gedung DPRD Kota Serang, Sabtu (10/8).
Asmudji yang diundang sebagai tokoh masyarakat diberi kesempatan menyampaikan orasi mewakili tokoh masyarakat di podium sidang. Ia memulai sambutan dengan menyindir anggota DPRD yang tidak genap kehadirannya. Dari 45 Dewan Kota Serang, hanya 23 orang yang hadir di rapat paripurna.
“Mudah-mudahan gedung ini benar-benar menjadi gedung rakyat. Dewan yang terpilih sebagai wakil rakyat betul-betul dapat merumuskan kebijakan yang pro-rakyat. Tapi, saya pesimistis, apa ini karena mau bubar (selesai periode Dewan 2014-2019-red),” selorohnya yang disambut gemuruh tepuk tangan.
Ia lantas menceritakan riwayat perjalanan Kota Serang yang dinilainya tidak tiba-tiba berdiri. Asmudji menyebut pembentukan Kota Serang sebagai tuntutan undang-undang atas kelahiran Provinsi Banten. Sekaligus pemikiran yang telah lama dipikirkan oleh para pendiri untuk mempercepat pelayanan dalam mendorong kesejahteraan rakyat.
Selain proses yang panjang, pembentukan Kota Serang dinilai Asmudji melibatkan banyak pihak. Mulai dari Pemprov Banten, Pemkab Serang, dan elemen masyarakat. “Karena itu, wajar saja banyak pihak yang tanya Kota Serang mau seperti apa,” katanya.
Dari rangkaian itu, kata Asmudji, ada nilai optimisme. Kemudian, semua pihak yang terlibat tanpa pamrih memperjuangkan berdirinya Kota Serang tanpa meminta jabatan ataupun proyek. “Makanya, aneh baru duduk sudah pada minta ini itu,” sindirnya.
Wejangan berikutnya yang disampaikan Asmudji terkait dengan nilai kebersamaan. Nilai itu sejalan dengan banyak pihak yang bergerak dalam pembentukan Kota Serang. Selain itu, nilai kerja keras dan tidak mengedepankan kepentingan pribadi atau kelompok. “Komitmennya untuk kepentingan rakyat. Karena begitu ada konflik kepentingan, itu akan merusak sistem yang ada,” katanya.
Asmudji juga meminta Kota Serang di bawah kepemimpinan Syafrudin dan Subadri Ushuludin dapat bekerja cepat dan keras. Pendapatan asli daerah (PAD) Kota Serang yang kecil dan tuntutan masyarakat yang besar sebagai ibukota Banten tidak bisa dijalankan dengan lambat. “Untuk itu, Pak Wali dan Pak Wakil, tidak ada alternatif selain kerja cepat dan juga fokus,” katanya.
Yang terakhir, Asmudji mengingatkan pentingnya aparatur Pemkot Serang menjaga integritas. “Saya lihat Pak Wali sudah ada geregetnya dan kita bersyukur Kota Serang sudah mendapatkan WTP (wajar tanpa pengecualian-red) dari BPK RI. Saya juga dengar ASN sudah sudah open bidding. Tapi, ini jangan open bidding-open bidding-an,” candanya disambut gemuruh.
Kata dia, tugas pemerintah hanya ada empat. Yakni, mengayomi dan melindungi masyarakat. Lalu, melayani masyarakat, memberdayakan masyarakat, dan menyejahterakan. “Kelihatannya ringan, tapi untuk melaksanakannya nilai-nilai tadilah jadi pegangannya,” kata Asmuji. (ken/alt/ira)










