SERANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Serang mengestimasi terjadi penurunan potensi pajak hotel dan restoran tahun ini. Penurunan potensinya hingga Rp8 miliar.
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian pada Bapenda Kabupaten Serang Ikhwanussofa mengatakan, pada anggaran murni 2019, pihaknya mengestimasi penerimaan pajak hotel dan restoran mencapai Rp18 miliar. Potensi pajak itu akan dikurangi pada anggaran perubahan menjadi Rp10 miliar.
“Di anggaran perubahan kita akan sesuaikan dengan potensi saat ini, jadi Rp10 miliar,” kata lelaki yang akrab disapa Ikhwan itu kepada Radar Banten, ditemui di ruang kerjanya, Kamis (22/8).
Ikhwan mengatakan, penurunan potensi tersebut lantaran sepinya kunjungan hotel di wilayah Anyar dan Cinangka. Saat ini, dari penerimaan pajak hotel dan restoran baru 40 persen dari target semula Rp18 miliar. “Tapi kalau restoran, bisa di-backup sama restoran yang ada di wilayah Serang timur,” ujarnya.
Untuk menutupi minimnya potensi pajak hotel dan restoran, pihaknya memaksimalkan penerimaan pajak galian C. Berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Banten, lokasi pertambangan galian C di Kabupaten Serang mencapai 50 titik. “Kita mengejar wajib pajak yang baru mendapatkan izin eksploitasi,” ucapnya.
Dikatakan Ikhwan, penerimaan pajak dari galian C ini cukup signifikan. Sejak Januari hingga Agustus, pihaknya sudah menerima Rp8 miliar dari pajak galian C. “Target kita tahun ini Rp10 miliar, Insya Allah bisa mencapai Rp13 miliar,” katanya.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Serang Mansur Barmawi mengatakan, masih banyak potensi pajak yang perlu digali untuk menutupi pajak hotel dan restoran. Salah satunya, pajak air bawah tanah dari perusahaan. “Saya rasa semua perusahaan juga menggunakan air bawah tanah,” katanya.
Mansur mengatakan, dari 600 lebih perusahaan di Kabupaten Serang, yang tergali pajak air bawah tanahnya baru sekira 280 perusahaan. “Kalau enggak salah itu baru 280 perusahaan yang pajak air bawah tanahnya tergali, artinya masih banyak yang belum menjadi target pajak, ini bisa dimaksimalkan juga,” pungkasnya. (jek/zee/ira)










