SERANG – Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) tahun depan mengoptimalkan Program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) di semua daerah termasuk di Banten.
Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek, Wikan Sakarinto mengungkapkan, program SMK Pusat Keunggulan (SMK PK) yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi sejak tahun 2020 terus melakukan terobosan dalam mewujudkan keselarasan antara pendidikan vokasi dengan dunia industri.
“Adapun pada Program SMK PK tahun 2022 pembaruan yang dilakukan adalah dengan menambahkan Skema Pemadanan Dukungan (matching support scheme) yang melibatkan industri secara lebih intensif,” kata Wikan saat melakukan sosialisasi program SMK PK tahun 2022 melalui virtual, kemarin.
Dikatakan Wikan, program SMK PK dulunya sebagai bentuk revitalisasi SMK yang kemudian diberi nama SMK Center of Excellence (CoE). Selanjutnya pada tahun 2021 berubah menjadi SMK PK hingga saat ini. Tercatat sudah ada 901 sekolah yang sudah menjadi SMK PK, dan akan terus bertambah seiring mulai dibukanya pendaftaran Program SMK PK tahun 2022.
Ia memaparkan, keberadaan tenaga kerja yang kompeten dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri (DUDI) lantaran akan berdampak pada produktivitas perusahaan. Kendati demikian, satuan pendidikan vokasi, khususnya sekolah menengah kejuruan (SMK) yang diproyeksikan menghasilkan lulusan siap kerja masih mengalami tantangan dalam memenuhi kebutuhan SDM yang selaras dengan keinginan industri.










