SERANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banten mengimbau warga terutama di wilayah Banten Selatan untuk tetap waspada gempa susulan. Itu lantaran berdasarkan data Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan aktivitas gempa bumi meningkat sebulan terakhir.
Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banten Ayub Andi Saputra mengungkapkan, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan BMKG terkait aktivitas gempa bumi sejak gempa 6,6 magnitudo terjadi di Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang pada 14 Januari 2022.
“Dari laporan harian BMKG, gempa susulan terjadi sepanjang 14 hingga 17 Januari 2022. Jadi Banten tetap siaga gempa susulan,” kata Ayub kepada wartawan, Rabu (19/1).
Ayub merinci, sepanjang 14 Januari terjadi gempa susulan sebanyak 25 kali, lalu 13 kali pada 15 Januari, terus menurun pada 16 Januari 2022 hanya terjadi 2 kali gempa susulan. Meskipun menurun aktivitas gempa bumi, namun pada 17 Januari kembali terjadi 2 kali.
“Gempa susulan terbesar mencapai 5,7 magnitudo, dan terendah 2,5 magnitudo,” bebernya.
Kendati gempa susulan tercatat hingga 42 kali, lanjut Ayub, pihaknya meminta warga Banten tidak panik dan tetap siaga. “Kewaspadaan harus diutamakan, ditengah upaya penanganan pasca gempa 14 Januari lalu,” tegasnya.








