TANGERANG SELATAN-Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan mencatat pada Januari 2022 kasus DBD mencapai 124 kasus. Seluruh pasien dilakukan perawatan intensif di rumah sakit dan pada bulan ini juga seluruh pasien telah dinyatakan sembuh.
“Untuk bulan Januari, seluruh pasien sudah dua minggu ini seluruhnya sembuh,” ujar Kabid Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Masyarakat (P3M) Dinkes Kota Tangsel Dr. Adi Purnawan, Selasa (15/2).
Adi mengatakan, untuk Bulan Februari tahun ini kasus DBD tetap ada, namun pihaknya belum mendata secara lengkap sebab kasusnya masih mengalami fluktuatif naik turun.
“Kita biasa rekap kasus DBD per-bulan. Untuk bulan Februari ada kasus, tapi jumlahnya tunggu bulan ini selesai, karena kasusnya masih fluktuatif,” ujarnya. Adi memastikan, Dinkes Kota Tangsel tetap menganggarkan penanganan penyakit DBD.
Selain upaya pengobatan, pihaknya juga terus melakukan upaya pencegahan DBD di maayarakat. “Untuk pencegahan upaya kita biasanya yang pertama PSM 3M plus, lalu program satu rumah satu jumantik, dan pemberdayaan masyarakat dengan koordinasi dengan lintas sektor,” jelasnya
Adi melanjutkan, pihaknya telah memetakan siklus DBD di Kota Tangsel. Menurutnya berdasarkan siklus tahunan, disetiap bulan Desember, Januari, Februari dan Maret tren kasus DBD di Kota Tangsel meningkat, sebab di bulan itu terjadi musim hujan yang mempengaruhi tumbuh kembang nyamuk aedes aegypti.
“Kemudian akan turun. Titik terendahnya bulan Oktober,” tandasnya.(Syaiful Adha).











