SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Sampah liar di Jalan Raya Taktakan – TPAS Cilowong, sudah dibersihkan dan kini tak terlihat tumpukan sampah dalam plastik dan karung beraneka rupa dan warna.
Pengamatan Radar Banten, Rabu, 25 Mei pagi dan siang hari, jalan yang membentang di atas Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong sepanjang 1,2 kilometer tak lagi ditemukan onggokan sampah liar.
“Iya, saya sudah sampaikan kepada rekan-rekan untuk dibersihkan dua hari sekali,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang Farach Richi yang dikonfirmasi Radar Banten, Rabu, 25 Mei 2022.
Kata Farach, untuk menjaga agar warga tidak seenaknya membuang sampah bukan pada tempatnya, pihaknya akan lebih intens ke oerangkat wilayah. “Mulai dari Camat, Lurah, RW dan RT. Karena disinilah titik berat peran perangkat wilayah,” tambah mantan Camat Taktakan dan Camat Serang ini.
Ditanya ada tidaknya sanksi bagi pembuang sampah liar bila ketahuan oleh pihaknya, Farach Richi mengatakan, pihaknya akan menerapkan sanksi sosial. Hanya saja, ia tidak memerinci secara khusus sanksi sosial dimaksud.

Foto: Dok Radar Banten
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sampah liar di Jalan Raya Taktakan, tepat di atas Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang semakin banyak saja. Bahkan, tepat di Gerbang TPAS Cilowong yang semula relatif bersih, Senin, 16 Mei 2022, mulai dipenuhi plastik warna warni berisi sampah, yang tampaknya baru.
Prilaku masyarakat yang membuang sampah bukan pada tempatnya ini, diduga dilakukan pagi atau malam hari. Sebab, RADARBANTEN.CO.ID yang mencoba menunggu beberapa jam (dari pukul 07.00 hingga 08.45 pagi) pada Senin, 16 Mei di titik yang banyak sampahnya, tidak mendapati seorang pun membuang sampah.
Terkait adanya sampah liar tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Serang Farach Richi berjanji akan menindaklanjuti. “Baik pak. Akan kami segera tindaklanjuti,” kata Farach, Senin, 9 Mei 2022 lalu melalui WhatsApp kepada RADARBANTEN.CO.ID
Penulis: M Widodo











