CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID–Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon memastikan ikut serta dalam program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) regional yang akan dibangun di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, Kota Serang.
Program tersebut masuk dalam batch dua nasional dan melibatkan sejumlah daerah di wilayah Serang Raya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengatakan keikutsertaan Cilegon dalam program PSEL merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam penanganan sampah jangka panjang.
Pernyataan kesiapan tersebut telah disampaikan langsung oleh Wali Kota Cilegon.
“Pak wali sudah membuat pernyataan untuk ikut program PSEL ini yang masuk batch dua. Cilegon berpartisipasi untuk ikut serta,” kata Sabri, Jumat 6 Februari 2026.
Sabri menjelaskan, PSEL di TPAS Cilowong dirancang memiliki kapasitas pengolahan minimal 1.000 ton sampah per hari.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengelolaan dilakukan secara regional dengan melibatkan Kota Serang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.
“Cilegon menyumbang sekitar 300 ton sampah per hari. Karena timbulan kita tidak terlalu besar, maka digabung dengan daerah lain,” ujarnya.
Menurut Sabri, program PSEL akan dilaksanakan oleh Danantara, sementara pemerintah daerah hanya bertanggung jawab pada pengiriman sampah ke lokasi pengolahan.
Konsekuensinya, daerah harus menyiapkan armada angkut beserta biaya operasionalnya masing-masing.
“Daerah hanya menyiapkan kendaraan. Operasional pengangkutan, termasuk BBM, ditanggung oleh daerah pengirim,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan PSEL diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang selama ini ditangani secara konvensional di Kota Cilegon.
Namun demikian, PSEL bukan satu-satunya solusi karena timbulan sampah diprediksi terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk.
“Dengan program ini tentu sangat membantu mengurangi sampah di Cilegon. Tapi karena timbulan terus bertambah setiap tahun,” pungkasnya.
Reporter: Adam Fadillah
Editor: Agung S Pambudi











