SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Hingga pertengahan tahun 2022 ini, capaian investasi di Banten baru Rp17,15 triliun. Padahal, tahun ini Pemprov Banten menargetkan capaian investasi sebesar Rp53,9 triliun.
Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Banten Komarudin mengatakan, capaian realisasi itu terdiri dari penanaman modal dalam negeri maupun penanaman modal asing. “Ada 4.237 proyek,” ujar Komarudin melalui telepon seluler, Rabu (29/6).
Ia mengatakan, dari delapan kabupaten/kota yang ada di Banten, investasi terbesar berada di Kabupaten Tangerang dengan nilai Rp4,56 triliun yang terdiri dari 1.416 proyek. Kemudian di Kota Cilegon sebesar Rp3,98 triliun dari 382 proyek, Kota Tangerang Rp3,22 triliun dari 977 proyek, dan Kabupaten Serang Rp3,11 triliun dari 339 proyek.
Berikutnya, lanjut Komarudin, Kabupaten Lebak Rp1,29 triliun dari 128 proyek, Kota Tangerang Selatan Rp740,78 miliar dari 722 proyek, dan Kabupaten Pandeglang Rp223,58 miliar dari 109 proyek. Sedangkan Ibukota Provinsi Banten yakni Kota Serang hanya sebesar Rp13,6 miliar dari 164 proyek.
Mantan Pj Bupati Tangerang ini mengatakan, dari total 4.237 proyek itu, ada 13.944 tenaga kerja Indonesia yang dipekerjakan. “Ada juga 202 tenaga kerja asing,” tuturnya.
Kata dia, rata-rata investasi yang masuk ini berasal dari investor baru, bukan pengembangan. Untuk semakin meningkatkan investasi di Banten, pihaknya akan gencar mempromosikan Banten serta melakukan pelayanan perizinan yang prima.











