UIN Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten terus memperluas kerja sama dengan berbagai lembaga yang berkaitan dengan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pada Rabu (3/8), UIN SMH Banten melakukan penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding) dengan sembilan lembaga. Yaitu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, RS Dr Drajat Prawiranegara, Universitas Banten Jaya (Unbaja), Universitas Serang Raya (Unsera), Universitas Bina Bangsa (Uniba), STKIP Situs Banten, Universitas Islam Jakarta, Sekolah Tinggi Ilmu Fiqih (STIF) Syeikh Nawawi Tanara, dan Balai Litbang Agama Jakarta.
Setelan ada MoU, masing-masing pihak akan menindaklanjutinya dengan membuat memorandum of agreement (MoA) atau perjanjian kerja bersama yang lebih spesifik sesuai bidangnya.
Penandatangan nota kesepahaman kemarin dilakukan oleh Rektor UIN SMH Banten Prof Dr H Wawan Wahyudin M.Pd bersama pimpinan masing-masing lembaga. Turut hadir pada acara tersebut Wakil Rektor III Dr H Hidayatullah M.Pd, Kepala Biro Administrasi Umum Perencanaan, Keuangan dan Kepegawaian (AUPK) Yayat Supriyadi M.Si, dan Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama (AAKK) Dr H A Bazari Syam M.Pd.I. Sejumlah pengurus MUI Provinsi Banten dan civitas akademika perguruan tinggi yang menjalin kerja sama juga turut hadir.
Rektor UIN SMH Banten Prof Dr H Wawan Wahyudin M.Pd mengungkapkan, pihaknya menjalin kerja sama sama dengan berbagai pihak antara lain agar tantangan dan persoalan yang terjadi dapat dihadapi bersama.
Tantangan itu, kata Wawan, seperti tantangan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, tantangan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, dan tantangan dunia global seperti perang Ukraina-Rusia dan peredaran narkotika.
“Makanya kita adakan kerja sama supaya bersama-sama menghadapi itu. Kami tidak bisa berjalan sendiri,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Wawan, ada hal lain yang perlu dihadapi yaitu transformasi institusi, transformasi digital, dan transformasi internasionalisasi.
Pada kesempatan itu, masing-masing pimpinan lembaga yang melakukan MoU dengan UIN SMH Banten menyambut positif.
Seperti disampaikan oleh Ketua Bidang Pendidikan MUI Provinsi Banten H Mulya R Rachmatoellah, Lc., M.Hum, mewakili Ketua Umum MUI Provinsi Banten KH Tb H Hamdi Ma’ani.
Kata Mulya, pihaknya mengapresiasi dan memahami kegelisahan yang dirasakan oleh UIN. Di MUI ada Bidang Pendidikan dan Bidang Pengkajian maka ada irisan yang sama dengan UIN terkait pendidikan. “Problem pendidikan mudah-mudahan dapat diselesaikan dengan kolaborasi,”ungkapnya.
Rektor Unsera Dr H Hamdan MM juga menyambut baik MoU dengan UIN. Karena itu, MoU ini harus ditindaklanjuti dengan adanya perjanjian kerja bersama. “Agar kita semua dapat menghadapi tantangan global. Mampu mengatasi masalah tanpa masalah. Saling menguatkan,” kata Hamdan. *











