CILEGON – Produk dari Kota Cilegon kembali menunjukkan kualitasnya di pasar internasional. Kali ini produk tersebut adalah bahan baku pakan.
Bahan baku pakan yang berbentuk dedak gandum berhasil menembus pasar Republik Rakyat Tiongkok.
Juni ini, sebanyak 512 ton dedak gandum diekspor ke negara Tiongkok. Ekspor tersebut memiliki nilai ekonomi sebesar Rp.7,2 miliar.
Dedak Gandum merupakan produk sampingan dari pengolahan biji gandum menjadi tepung. Meskipun merupakan by produk atau produk sampingan dari pengolahan biji gandum menjadi tepung gandum namun dedak gandum tidak boleh dipandang sebelah mata karena dedak gandum ini bisa di ekspor hingga ke Tiongkok.
Dalam kegunaannya dedak gandum dunakan sebagai bahan baku pembuatan pakan ternak ataupun pelet ikan.
“Diekspornya produk itu membuktikan jika produk asal Kota Cilegon sudah terbukit telah memenuhi kualitas impor,” ujar Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon Ema Hermawati.
Dijelaskan Ema, sebelum dikirim salah satu produk UMKM itu telah melalui uji Balai Karantina Pertanian Kota Cilegon terlebih dahulu.
Disperindag Kota Cilegon menilai fakta tersebut menjadi bukti dari eksistensi produk asal Kota Cilegon di pasar internasional.
“Saya sangat Bahagia dengan kabar tersebut. Itu bukti jika produk asal Kota Cilegon mampu bersaing di pasar internasional,” ujar Ema.
Dijelaskan Ema pemerintah sangat mendukung aktivitas ekspor yang dilakukan oleh pelaku usaha di Kota Cilegon baik yang dilakukan oleh pelaku industry secara kecil, menengah maupun besar.
Ia menilai, hal itu sangat berperan penting bagi pertumbuhan ekonomi baik di Kota Cilegon secara khusus, maupun Indonesia secara umum.
Agar tempat istimewa tersebut tidak hilang, pemerintah akan terus melakukan upaya baik melalui berbagai kebijakan serta tindakan.
Ema pun menyampaikan terima kasih kepada seluruh stakeholder di Kota Cilegon yang mendukung tumbuh kembangnya perekonomian di Kota Cilegon. (ADV)











