SERANG, RADARBNATEN.CO.ID – Akses Jalan Kampung Pondok Purna, Desa Kendayakan, Kecamatan Kragilan, tepatnya di terowongan pembangunan Tol Serang-Panimbang banjir setinggi hampir satu meter.
Diketahui akses jalan antar desa di Kecamatan Kragilan itu selalu banjir jika hujan lebat. Hal itu disebabkan tersumbatnya drainase akibat pembangunan tol Serang-Panimbang.
Anggota DPRD Kabupaten Serang Mulyadi didampingi Camat Kragilan Epon Anih Ratnasih mengecek langsung lokasi, di sana menemui pihak pelaksana pembangunan tol untuk mencari solusi atas persoalan tersebut.
“Alhamdulillah, pihak pelaksana pembangunan tol bertanggung jawab dengan melakukan normalisasi drainase,” kata Mulyadi kepada Radar Banten, Rabu (5/10).
Kendati demikian, Mulyadi meminta pelaksana jalan pembangunan tol agar memberikan solusi nyata dengan membangun ulang jalan dengan kontur yang lebih tinggi agar tidak lagi terendam saat hujan.
“Karena kasihan warga yang berangkat atau pulang kerja pasti macet, kendaraan kena banjir,” tukasnya.
Untuk sementara ini, Mulyadi berharap, pelaksana pembangunan tol komitmen dengan janjinya pada tanggal 8 Oktober 2022 besok sudah selesai dibuatkan saluran pembuangan air dampak hujan dari terowongan ke sungai sentul.
Camat Kragilan Epon membenarkan jika di lokasi tersebut sering banjir sehingga menyebabkan kemacetan parah. Ia mendukung langkah dewan yang meminta pelaksana pembangunan tol untuk membangun ulang jalan tersebut.
“Tentu kalau dibangun jalannya biar lebih tinggi, kami sangat senang karena pasti enggak banjir lagi,” pungkasnya.
Reporter Daru Pamungkas











