SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Lima pelajar SMP Pamarayan yang ditangkap Satreskrim Polres Serang karena membawa senjata tajam (sajam) dibebaskan polisi. Kelimanya dibebaskan setelah dilakukan pembinaan.
Kelima pelajar tersebut berinisial MS (16), RW (16), AP (14), IW, (16) dan AA (14). Kelimanya ditangkap polisi pada Selasa (18/10) malam.
Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti satu buah celurit, satu buah golok, satu buah parang dan satu unit sepeda motor.
“Sudah dipulangkan semalam. Sebelum dipulangkan mereka dilakukan pembinaan terlebih dahulu,” kata Kasi Humas Polres Serang Inspektur Polisi Satu (Iptu) Dedi Jumhaedi, Kamis 20 Oktober 2022.
Dedi menjelaskan alasan polisi tidak memproses kelima pelajar tersebut dengan hukum pidana karena masih mempertimbangkan usia mereka. “Di samping mempertimbangkan karena masih dibawah umur, kejadian tersebut sudah dua bulan yang lalu dan tidak ada korban,” kata Dedi.
Dedi mengatakan, kelima pelajar tersebut ditangkap setelah video mereka yang membawa senjata tajam (sajam) di Jalan Bendungan Baru Pamarayan, Desa Penyabrangan, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang viral di medsos.
“Kalau dari rekaman, video tersebut direkam sudah lama karena rumput di lokasi saat itu kering tapi saat ini sudah hijau,” kata Dedi.
Dedi mengungkapkan polisi yang melakukan penyelidikan tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mengidentifikasi para pelajar yang ada di dalam video tersebut. Setelah identitasnya terungkap, kelima pelajar tersebut kemudian dilakukan penangkapan.
Dari hasil pemeriksaan sementara, para pelajar yang di dalam video tersebut mengaku hendak melakukan tawuran dengan pelajar lain di Jalan Bendungan Baru Pamarayan. “Dari hasil pendalaman dan menurut keterangan RW (salah satu pelajar-red) bahwa video aksi oknum pelajar membawa sajam tersebut sudah terjadi satu bulan yang lalu. Mereka ini hendak melakukan aksi tawuran dengan sekolah lain,” kata Dedi.
Tawuran tersebut dengan pelajar lain tersebut telah direncanakan. Namun, tawuran antar kedua pelajar tersebut tidak sempat terjadi karena gerombolan pelajar yang menjadi lawan kelima pelaku melarikan diri.
“Pengakuannya sebelumnya sudah direncanakan untuk tawuran dari kedua belah pihak. Mereka ini berjanji akan bertemu di Bendungan Pamarayan, saat bertemu di lokasi lawan kelima pelajar ini melarikan diri,” tutur Dedi. (*)
Reporter : Fahmi Sa’i











