SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kota Serang menjadi trending topik di Twitter. Hal ini karena pernyataan dari mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho atau yang lebih dikenal Buya Eson.
Pada akun Twitter pribadinya @emerson_yuntho Buya Eson menuliskan cuitan tentang pandangannya terhadap Kota Serang.
Dalam cuitannya, dia menuliskan bahwa Kota Serang tidak pantas menjadi Ibukota Provinsi Banten.
“Baru balik dari Kota Serang-Banten, ga ada pantes2nya kota ini jadi Ibu Kota Provinsi,” tulisnya dalam akun Twitter pribadinya pada hari Minggu, 5 Februari 2023.
Pernyataannya tersebut berdasarkan kisah dari temannya yang pernah mengunjungi Kota Serang bersama sutradara ternama yang tidak disebutkan namanya.
Pada saat mengunjungi Kota Serang temannya mengatakan kepada sutradara, jika kota yang mereka kunjungi merupakan Ibukota Provinsi Banten. Sutradara itupun kaget dan berpikir jika Kota Serang merupakan Ibukota kecamatan.
Lantas cuitan itupun mendapatkan beragam tanggapan dari warganet Kota Serang. Sebagian dari mereka mengatakan setuju terhadap pernyataan dari Buya Eson tersebut.
Namun tidak sedikit juga warganet yang menanggapi dan berharap jika nantinya Kota Serang bisa lebih baik lagi dalam pembangunan dan lainnya.
Atas cuitannya yang mendapatkan banyak tanggapan dan banyak masyarakat khususnya Kota Serang yang merasa tidak terima atas cuitannya tersebut, Buya Eson kembali membuat cuitan permintaan maaf di akun pribadinya.
Selain di Twitter, cuitan Buya Eson juga mendapat tanggapan dari pengguna media sosial Instagram.
Cuitan dari Buya Eson kembali di posting oleh akun Info Serang. Dari unggahan tersebut banyak tokoh yang berkomentar seperti penyanyi asal Serang Budi Syahbudin Syukur atau dikenal dengan Budi Doremi hingga Walikota Serang Syafruddin.
“Baru 15 tahun, masih butuh bantuan Pusat dan Provinsi. Semoga kedepannya lebih baik lagi,” tulis Syafruddin dalam kolom komentar di akun Instagram Info Serang pada 6 Februari 2023.
Hingga saat ini, cuitan Buya Eson mendapatkan 1.142 like, 234 komentar, 361 retweets dan 227 ribu penayangan.
Reporter : beti-GenRb
Editor ; Abdul Rozak











