PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pelaku Pembunuhan wanita cantik pakai kloset, Riko Arizka ternyata sempat menemui ayah korban dan berkali-kali menghubungi korbannya.
“Pelaku itu mendatangi ayah korban, ke rumah minta dibantu difasilitasi untuk dia mau baikan sama korban. Nah pak Encep (panggilan akrab TB Hadi Mulyana-red) menyampaikan saya harus bicara dulu sama anak saya, saya juga kan tidak tahu banyak,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Jumat, 10 Februari 2023.
Jadi, diungkapkan Rasyid, orangtua korban menyampaikan bahwa akan menanyakan terlebih dahulu pada anaknya. Pada waktu itu, korban memang sedang bekerja di Kantor Mitra Badan Pusat Statistik Pandeglang.
“Pak Encep menyampaikan ke pelaku, nanti dibicarakan dulu ke Elisa nya. Namun belum juga ditanyakan ternyata pelaku malahan malamnya diduga mencegat pelaku dan menghabisinya,” katanya.
Dugaan, pelaku itu melakukan pencegatan karena sudah mengetahui waktu kepulangannya dari kantor. Elisa biasa pulang sekira 22.00 WIB
“Diakan (korban) seharusnya balik ke rumah, nah kok di ajak ke sana (ke Stadion Badak). Itu ketemunya di jalan terus malahan di ajak ke atas melewati rumahnya, kenapa gak diajak ke rumahnya,” katanya.
Pelaku, diungkapkan Rasyid, sudah mendahului menanyakan kepada korban. Padahal sebelumnya sudah diminta agar menunggu karena ayahnya belum ketemu dengan korban.
“Tapi dia sudah mencari sendiri. Kalau dari BPS ke Stadion dia melewati rumah korban. Lalu kenapa malahan diajak ke sana, nah kalau begitu berarti sudah ada janjian karena memang sempat ada kontekan,” katanya.
Lebih lanjut, Rasyid mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari keluarga karena dari siang si pelaku ini selalu menelepon korban. Kemudian si pelaku tahu persis si korban pulang jam berapa.
“Nah karena pelaku pernah menjemput korban, jadi dugaan kita ini sudah direncanakan. Apalagi pagi, harinya pelaku sudah menemui ayah korban, nah jadi sudah direncanakan oleh korban dan si korban ini mau pulang ke rumah di ajak ke sana ke Stadion Badak,” katanya.
Pada siang harinya, pelaku sudah telepon terus kepada korban. Keluarga meminta Kepolisian agar membuka chatingan handphone korban.
“Kita ingin handphone dibuka isi chatingan dan minta handphone pelaku juga di sita. Sudah jelas kan dia dari pagi terus ngejar korban untuk baikan dan untuk hasil autopsi sendiri keluarga belum menerima dan akan kami tanyakan secara langsung,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor : Merwanda











