CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Tren penyakit Demam berdarah dengue (DBD) di Kota Cilegon mengalami peningkatan sejak Januari hingga Februari tahun ini. Hal itu terlihat dari data laporan kasus DBD dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon tahun 2023.
“Ada peningkatan di awal tahun ini, Januari ada 15 kasus sedangkan di Februari ada 21 kasus DBD dan alhamdulillah yang kasus meninggal karena DBD tidak ada,” ucap Kepala Bidang Pemenuhan Upaya Kesehatan Perorangan dan Upaya Kesehatan Masyarakat pada Dinkes Kota Cilegon, Febrinaldo, Senin, 20 Maret 2023.
Meningkatnya kasus DBD pada awal tahun ini menjadi kewaspadaan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat, membuat nyamuk jenis Aedes Aegypti atau nyamuk penular demam berdarah cepat berkembang.
“Sekarang ini tidak menentu, kadang musim hujan kadang panas, sehingga sangat mudah nyamuk berkembang biaknya, mulai dari telur hingga menjadi larva,” kata Febri.
Adanya genangan air, baik disebabkan oleh hujan ataupun genangan air bersih di rumah menyebabkan mudahnya menjadi sarang nyamuk yang berisiko menularkan demam berdarah. Untuk itu, pihaknya mengajak kepada masyarakat agar selalu meningkatkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di rumah maupun di lingkungan masing-masing.
“Jadi kesadaran masyarakat sangat penting untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk demam berdarah, karena kalau mengandalkan dari Dinkes saja akan kesulitan tanpa ikut serta masyarakat yang aktif untuk mengatasi nyamuk DBD,” ujarnya.
“Setiap Puskesmas sudah memberikan sosialisasi tentang pemberantasan DBD, untuk itu ayo kita ikuti dan jaga kebersihan dengan menguras bak mandi, mengubur dan menutup tempat penampungan air atau membersihkan air tergenang,” tutupnya.(*)
Reporter : Raju
Editor : Mastur











