RADARBANTEN.CO.ID – Pelabuhan Merak salah satu sistem transportasi yang amat penting di Indonesia.
Pelabuhan Merak memiliki posisi pelabuhan sebagai penghubung antara dua pulau yaitu Pulau Jawa dan Pulau Sumatera.
Pelabuhan merak selalu menjadi perhatian publik pada musim mudik tiba, salah satunya yaitu saat mudik lebaran Idul Fitri dan Idul Adha.
Pelabuhan Merak menjadi dermaga penting karena terdapat transportasi laut, perdagangan dan penumpang sejak zaman dahulu.
Pelabuhan Merak pertama kali dibangun dan di operasikan pada tahun 1912 oleh pemerintah Hindia Belanda dengan tujuan menghubungkan dua pulau penting yaitu Pulau Jawa dengan Pulau Sumatera.
Dengan tujuan menghubungkan dua pulau tersebut untuk mobilisasi bahan sandang dan pangan serta penumpang.
Alasan Pelabuhan Merak dibangun di Merak karena posisi Merak yang letaknya lebih berdekatan dengan dengan Pulau Sumatera dibandingkan dengan daerah lain sekitar pantai Utara di Pulau Jawa.
Pada abad ke-15, Pelabuhan Merak menjadi pintu masuk dan keluar para pedagang yang akan memasuki Nusantara.
Oleh karena itu Pelabuhan merak yaitu bandar Pelabuhan yang sangat penting dalam perdagangan internasional.
Para kesultanan Banten berperan penting dalam perkembangan Pelabuhan Merak.
Pada abad 17 Masehi, jalur terpenting dalam aktivitas perekonomian di Asia terletak di Banten.
Portugis dan negara Eropa lainnya melakukan perdagangan ke Banten.
Pada tahun 1570 sampai 1580 Sultan Maulana Yusuf Kesultanan Banten memerintahkan warganya untuk membuka lahan persawahan dengan tujuan agar dijadikan sebagai perkebunan lada dan dijadikan lumbung padi.











