SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Realisasi penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dalam sistem e-katalog di lingkungan Pemprov Banten tercatat sudah lebih dari Rp192 miliar. Capaian itu sudah melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp60 miliar.
Walaupun begitu, Pj Gubernur Banten Al Muktabar mengatakan, Pemprov Banten terus melakukan upaya peningkatan partisipasi pengusaha lokal dan sektor UMKM. “Dengan begitu maka, dampak peningkatan ekonomi masyarakat akan semakin meningkat,” ujar Al Muktabar.
Ia berharap dengan penguatan sistem pengadaan secara elektronik melalui e-katalog, maka pelaksanaan pembangunan di Banten bisa berdampak luas. Pada tahun 2022 lalu, target PDN Pemprov Banten juga sudah lebih target nasional yakni mencapai 41 persen dari target nasional sebesar 40 persen dari total anggaran yang disediakan.
Namun, Al mengaku pihaknya juga terus dorong seluruh OPD untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dan komprehensif dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa secara elektronik.
Penggunaan e-katalog lokal ini sama sekali tidak mengganggu perkembangan pengusaha lokal. “Justru dengan sistem ini kita ingin memberikan ruang seluas-luasnya kepada pengusaha lokal yang telah mendedikasikan diri membangun Banten melalui Barjas ini,” tuturnya.
Lantaran, lanjut Al, di e-katalog itu ada produk lokal, nasional, dan sektoral. Sehingga tidak lagi dipertentangkan bahwa ini akan mengganggu atau tidak memberikan ruang kepada luas pengusaha daerah.
“Ini penting sekali untuk kita sama-sama pahami. Kita juga mendorong agar pengusaha yang terlibat ini tidak hanya berkecimpung di Banten, tetapi juga secara nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Oleh karenanya, langkah ini harus sama-sama didukung dan saling menguatkan untuk tujuan pembangunan di Provinsi Banten.
Sementara itu, Deputi Bidang Hukum dan Penyelesaian Sanggah LKPP Setya Budi Arijanta mengungkapkan, penggunaan PDN dalam belanja pemerintah itu berdampak luas terhadap perekonomian masyarakat.
Hal itu terlihat dari total Rp400 triliun penggunaan anggaran untuk PDN, dapat menciptakan lapangan kerja sebanyak 2 juta. “Atau dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi secara nasional sebesar 1,5-1,8 persen,” terang Budi.
Reporter : Rostinah
Editor: Abdul Rozak











