CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cilegon mengkalim dari inovasi Dorayaki atau donor darah untuk menurunkan angka kematian ibu ini mampu menekan angka kematian ibu saat melahirkan yang disebabkan karena pendarahan.
Hal itu disampaikan Inovator Dorayaki pada Dinkes Kota Cilegon, Rini Solihah, di sela kegiatan Dorayaki di Aula Dinkes Kota Cilegon, Jumat, 16 Juni 2023.
“Stok darah program Dorayaki ini memang kami persiapkan untuk ibu melahirkan atau nifas, sehingga alhamdulillah angka kematian ibu melahirkan akibat pendarahan bisa kami tekan karena stok darah terpenuhi di PMI,” kata Rini.
Diakuinya, keberhasilan Program Dorayaki tersebut dapat dilihat dari data Dinkes Kota Cilegon angka kematian ibu yang disebabkan pendarahan pada tahun 2022 nol atau tidak ada dan tahun ini hingga Mei tidak ditemukannya ibu yang meninggal disebabkan pendarahan.
“Angka kematian ibu saat melahirkan biasanya disebabkan tiga faktor, di antaranya eklampsia, infeksi dan pendarahan, nah untuk meninggal akibat pendarahan di Cilegon tidak ada,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UDD PMI Kota Cilegon, dr Arriadna, mengapresiasi adanya kegiatan Dorayaki yang digagas Dinkes Kota Cilegon. Karena, menurutnya, salah satu penyebab kematian ibu saat melahirkan karena pendarahan.
“Adanya inovasi ini sangat membantu sehingga stok darah di PMI aman dan terpenuhi,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, pihaknya juga mengajak kepada masyarakat untuk ikut andil melakukan donor darah. Karena langkah nyata untuk menyelamatkan tersebut dengan donor darah.
“Saya ajak masyarakat untuk ikut mendonorkan darahnya di program Dorayaki. Dorayaki ini selain di Dinkes juga dilaksanakan di seluruh Puskesmas se-Kota Cilegon yang secara rutin dilakukan setiap tiga bulan sekali,” ajaknya.
Diketahui, inovasi yang bekerjasama dengan PMI Kota Cilegon tersebut tahun ini sudah mengumpulkan sebanyak 250 kantung darah hingga bulan Mei 2023. (*)
Reporter: Rajudin
Editor: Agus Priwandono











