PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kelompok Sadar Wisata atau Pokdarwis Desa Bandung akan menggelar acara Sinyonya Festival 2023 di Mina Agrowisata Bukit Sinyonya, Kampung Batu Lingga, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Sinyonya merupakan salah satu jenis ikan Mas yang diyakini termasuk ikan purba dari Kaki Gunung Karang, tepatnya di Desa Bandung, Kecamatan Bandung, Kabupaten Pandeglang.
Ikan Mas Sinyonya oleh warga setempat disebut ikan purba karena memang penyebarannya banyak ditemukan hanya di Kecamatan Banjar yang secara geografis berada di Kaki Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang.
Menurut Kepala Desa Bandung Wahyu Kusnadiharja, ikan mas Sinyonya ini merupakan ikan iconic milik Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
“Tentunya ini merupakan suatu kebanggaan untuk kita, dan ini akan kita jadikan ajang festival, dalam sistem desa wisata. Oleh temen – temen Pokdarwis di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Sabtu, 1 Juli 2023.
Teman – teman dari Pokdarwis, menggagas untuk melaksanakan kegiatan Sinyonya Festival 2023. Yang akan dilaksanakan di bulan Desember 2023.
“Yang mana dalam kegiatan ini, banyak sekali suport baik itu birokrasi, kalangan akademisi, organisasi dan sektor pariwisata, untuk ikut andil di dalamnya. Kita juga bekerja sama dengan Untirta dari Fakultas Ilmu Pertanian,” katanya.
Kerja sama untuk bersama – sama menyusun bagaimana Sinyonya Festival ini sesuai daripada sektor perikanan itu sendiri. Lokasi festival berada di Mina Agrowisata Bukit Sinyonya, Kampung Batu Lingga, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
“Adapun hal yang memotivasi penyelenggaraan Festival Sinyonya. Yang pertama kita ingin tahu sejauh mana bobot ikan Sinyonya, yang ada di Dunia ini. Jadi ini, festival terbuka untuk umum, siapa saja boleh, terutama para pencinta ikan mas Sinyonya di wilayah Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Jadi melalui festival itu, nanti akan diketahui berapa bobot terberat ikan mas Sinyonya. Terus yang kedua itu terkait kesempurnaan fisiknya.
“Kita pengen tahu kesesuaian, keindahan fisik ikan mas Sinyonya, itu ada di mana sih. Karena yang kita tahu badannya besar, terus juga panjang, dan warna kuningnya kuning keemasan, terus matanya sipit,” katanya.
Ada juga, diungkapkan Kades Bandung, beberapa ikan mas Sinyonya yang matanya itu bener – bener tidak keliatan. Jadi saking sipitnya membuat matanya tidak terlihat secara jelas.
“Enggak keliatan ada matanya. Nah itu bentuk kesesuaian fisik ikan mas Sinyonya dan yang terakhir itu adalah bakalan indukan, itu yang kontestasinya di bawah satu kilo,” katanya.
Lebih lanjut Kades Bandung menegaskan, bahwa motivasi penyelenggaraan Sinyonya festival yaitu bagaimana menjaga habitat Ikan mas Sinyonya ini agar tetap lestari
“Karena ini merupakan peninggalan nenek moyang, di wilayah Kabupaten Pandeglang. Salah satu jenis ikan mas, isa – sisa peninggalan purbakala yang harus kita pertahankan,” katanya.
Camat Banjar Windu Darojat menambahkan, ia mendukung penuh kegiatan Sinyonya Festival diselenggarakan oleh Pokdarwis Desa Bandung.
“Terkait dengan Sinyonya Festival kami dari pihak kecamatan pun mendukung sepenuhnya. Maksud dan tujuannya itu kaitan dengan pelestarian alam yang tentunya ada di Kabupaten Pandeglang yang mana ikan mas Sinyonya ini sudah menjadi icon, Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editior: Aas Arbi











