PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal memberikan dukungan penuh kepada Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang yang mengekspor ikan mas Sinyonya ke Negara Vietnam. Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) pengembangan ekonomi, Investasi Desa Daerah Tertinggal, Tabrani usai pelepasan ekspor ikan mas Sinyonya di Bukit Sinyonya, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang.
Ekspor ikan mas dilakukan oleh Desa Bandung melalui BUMDes sebanyak 5.000 ekor. Ikan mas Sinyonya yang diekspor merupakan anakan.
Dalam acara pelepasan ekspor ikan mas Sinyonya ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Pandeglang Iing Andri Supriadi, Direktur Pengembangan Ekspor Produk Primer di Kementerian Perdagangan RI
M Miftah Farid. Serta mendapatkan suport dari Untirta, UMN, dan Politeknik Keuangan Negara STAN, Komunitas Ikan Sinyonya Indonesia, dan ASTRA Internasional.
Direktur Jenderal (Dirjen) pengembangan ekonomi, Investasi Desa Daerah Tertinggal, Tabrani mengatakan, pada hari ini, ia bersama Wakil Bupati, yang mewakili Gubernur, kemudian Kementerian Perdagangan dan semua unsur yang hadir mengikuti kegiatan pelepasan perdana ekspor ikan mas Sinyonya, yang dibudidayakan di Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.
“Dan untuk perdana ekspor ke Negara Vietnam. Selain Vietnam ada beberapa negara yang meminta ikan mas Sinyonya,” katanya di Bukit Sinyonya, Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Sabtu, 31 Mei 2025.
Tabrani mendoakan, mudah-mudahan ke depan Desa Bandung, melalui BUMDes-nya ini bisa memenuhi atas permintaan-permintaan tersebut. Kementerian memberikan dukungan penuh atas ekspor ikan mas Sinyonya.
“Kebetulan Desa Bandung ini sudah ada bayernya, sudah ada off taker-nya (pihak yang membeli hasil produksi) dari BUMDes tersebut. Ke depan kita terus mengawal desa-desa yang mempunyai prodak unggulan untuk membantu memitrakan dengan para bayer, supaya desa-desa punya potensi ekspor itu, bisa melaksanakan ekspor,” katanya.
Targetnya, Tabrani menitipkan pesan, kalau hari ini ekspor perdana jangan cuman sampai di hari ini.
“Kalau bisa kata Pak Wakil Bupati (Iing Andri Supriadi) berkelanjutan. Kalau berkelanjutan ini akan menggerakkan ekonomi yang ada, khususnya di Desa Bandung ini dan umumnya di Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Tabrani berpendapat, kalau ikan mas Sinyonya di jual di sini nilai ekonomisnya kecil.
“Kalau tadi kata pak Kades (Kades Bandung Wahyu Kusnadiharja) pada saat di ekspor per ekor itu harganya setengah Dollar AS (setara Rp8000 per ekor anakan ikan mas Sinyonya) berarti secara ekonomis itu tinggi,” katanya.
Reporter : Purnama Irawan
Editor: Agung S Pambudi











