LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Rumah bekas Multatuli di lingkungan RSUD Adjidarmo, Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, merupakan benda cagar budaya.
Rumah tersebut merupakan tempat Eduard Douwes Dekker yang saat itu menjabat sebagai Asisten Residen Lebak, yang terkenal dengan bukunya yang berjudul “Max Havelaar” dengan nama pena Multatuli.
Saat melihat kondisi rumah tersebut, Senin, 10 Juli 2023, keadaanya hanya tersisa beberapa bagian saja. Dinding serta atap bangunannya rusak.
Kepala Museum Multatuli, Ubaidillah Muchtar mengatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak sejatinya akan melakukan revitalisasi terhadap rumah tersebut pada tahun 2019.
“2019 di Dinas Pendidikan waktu itu, kami studi kelayakan tentang rumah bekas Multatuli, dan kemudian di 2020 Pemerintah Kabupaten Lebak melalui PUPR menganggarkan untuk revitalisasi rumah bekas Multatuli,” katanya.
Namun, rencana revitalisasi rumah bekas Multatuli tersebut tertunda karena pandemi Covid-19, sehingga tidak dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Lebak.
“Sekarang 2023 harapannya, bekas rumah Multatuli ini kembali dihidupkan lagi, di revitalisasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Ubaidillah mengungkapkan, sebelumnya gambar dan bentuk rumah bekas Multatuli yang akan direvitalisasi sudah disiapkan.
“Tentu saja, saya mendengar teman-teman juga sudah menyiapkan gambar dan sebagainya. Dengan harapan setelah ada revitalisasi rumah bekas Multatuli bisa menjadi cagar budaya yang mendapat sentuhan untuk dimanfaatkan, yang akhirnya menyejahtrakan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ditanya soal konsep revitalisasi, Ubaidillah menuturkan, akan ada beberapa dimulai dari konsep perpustakaan mini dan pusat informasi.
“Bisa berbentuk untuk kafe heritage atau perpustakaan mini atau informasi terkait dengan Pemerintah Lebak dan lain sebagainya. Jadi itu pilihan ketika sudah ada proses revitalisasinya,” tuturnya.
Ditambahkannya, semoga pada tahun yang akan datang bangunan rumah bekas Multatuli ini merupakan salah satu cagar budaya nasional bisa segera direvitalisasi.
“Harapannya mudah-mudahan pada tahun 2024 bisa dianggarkan kembali untuk proses revitalisasinya,” ucapnya. (*)
Reporter: Nurandi
Editor: Agus Priwandono











