SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Omzet penjualan tas sekolah di home industry di Kota Serang jelang tahun ajaran baru 2023 tembusantara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta per bulan.
Pengusaha tas home industry di Kampung Margaluyu, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Dodi Jambak mengatakan, harga satu buah tas yang diproduksinya cukup bervariatif.
“Harga di sini bervariasi tergantung tingkat modelnya, sama tipe bahannya apa yang kita pakai. Jadi rata-rata minimal harganya di Rp 20 ribu paling rendah, dan tertinggi Rp 80 ribuan per pcs,” ujarnya, Senin, 10 Juli 2023.
“Omzet per bulan kurang lebih rata-rata di atas Rp 100 juta-Rp 150 juta lah. Yang terjual rata-rata semua kalau sekarang, jarang numpuk kalau buat sekarang ini,” katanya.
Ia mengatakan, dalam satu minggu usahanya itu bisa produksi hingga 100-150 lusin tas, meskipun semasa pandemi Covid-19 sempat mengalami penurunan produksi.
“Minimal kita produksi satu minggu itu 100-150 lusin. Sewaktu Covid kita hanya 60 lusin saja, bahkan tidak berjalan sama sekali,” ucapnya.
Kendati demikian, Dodi mengaku, jumlah pesanan tas miliknya sedikit mengalami pengurangan akibat persaingan usaha dengan barang impor.
“Pesanan sekarang cukup berkurang tidak kayak dulu. Itu mungkin karena pengaruh barang-barang impor banyak, terus persaingan dagang yang produksi bukan satu atau dua orang juga. Kebanyakan penyebabnya karena impor, jadi produk kita kalah,” ujarnya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











