SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Persaingan usaha antar angkutan umum dan angkutan online menjadi permasalahan di Kota Serang. Belum lagi harga bahan bakar minyak (BBM) yang saat ini masih terbilang tinggi.
Pasalnya, tak sedikit angkutan kota di Kota Serang menaikkan tarif di luar yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang.
Diketahui, Pemkot Serang telah menetapkan tarif angkutan kota untuk pengguna umum sebesar Rp 5.000, sementara pelajar dan mahasiswa sebesar Rp 3.500.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang, M. Ikbal mengaku dirinya sudah memerintahkan kepada anggotanya untuk melakukan pengawasan.
“Sebenernya saya juga mendapatkan informasi soal itu ada yang dilepas, saya sudah memerintahkan kepada tim untuk melakukan pengawasan kalau perlu pemanggilan dan peringatan,” ujarnya, Selasa 11 Juli 2023.
Ia menjelaskan, Pemkot Serang sudah memasang stiker tarif pada setiap angkutan umum, agar masyarakat mengetahui berapa tarif yang harus dibayarkan.
“Karena ini untuk mempermudah masyarakat jangan sampai ada peristiwa bayar sekian tapi tidak dikembalikan. Padahal kita sudah lama masang stiker itu supaya masyarakat tau ongkosnya sehingga orang tidak ragu-ragu,” katanya.
Ia mengancam, apabila dalam peringatan ketiga kali tidak dihiraukan, maka pihaknya akan mencabut trayeknya.
“Akan kita peringatkan kalau sampai tiga kali akan kita cabut trayeknya. Memang kita ini sedang melakukan pembahasan bersama dengan pemerintah dan Dishub Provinsi akan adanya angkutan seperti untuk lintas tempat-tempat ramai, yang dulu sepi sekarang sudah ramai akan kita lewati,” tuturnya.
Meski demikian, Ikbal mengakui jumlah angkutan umum di Kota Serang mulai menyusut seiring perkembangan zaman dengan adanya angkutan online.
“Angkot ini sekarang sudah mulai sedikit, sudah kalah bersaing dengan angkutan online. Mangkanya itu yang menjadi kesulitan kita, prinsipnya angkutan itu harus difasilitasi oleh pemerintah, terlepas itu meraka ada yang mau melepas stiker trayek itu hak mereka, tapi tetap lintasan untuk trayek itu harus kita siapkan,” ucapnya.
Sementara Imam, salah satu sopir angkot trayek Pakupatan-Pasar Rau menuturkan, tarif yang sudah ditetapkan oleh Pemkot Serang tak sebanding dengan BBM yang digunakan.
“Ya gimana lagi, sekarang yang naik angkot gak sepenuh dulu, udah jarang sekarang, cari penumpang satu dua orang udah susah,” jelasnya.
Imam mengaku dirinya bersama beberapa sopir angkutan umum lainnya terpaksa harus menaikkan tarif menjadi Rp 6.000 untuk umum, sementara Rp 5.000 untuk pelajar dan mahasiswa.
“Sekarang enam ribu jarak jauh atau dekat, itu buat orang dewasa, untuk anak sekolah kita Rp 5.000, mentok-mentok mereka ngasih Rp 4.000,” ujarnya.
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Aas Arbi











