PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Warga Pandeglang mendesak Pemerintah segera merelokasi SDN Pasirkadu 1 di Kampung Pasirhuni, Desa Pasirkadu, Kecamatan Sukaresmi, Kabupaten Pandeglang.
Desakan disampaikan warga karena kondisi bangunan SDN Pasikadu 1 masuk dalam daftar sekolah yang terkena gusur proyek Tol Serang-Panimbang.
Selain kena gusur proyek Tol Serang-Panimbang, bangunan SDN Pasirkadu 1 juga sudah rusak berat. Temboknya sudah mengalami retak-retak dan bangunan lainnya sudah ancur.
Jumlah sekolah dasar yang tergusur proyek Tol Serang-Panimbang di Kabupaten Pandeglang ada empat. Yaitu, SDN Pasirkadu 1, SDN Pasirsedang 2 di Kecamatan Picung, SDN Cijakan 2 di Kecamatan Bojong, dan SDM Cijakan 3 di Kecamatan Bojong.
Wali siswa SDN Pasirkadu 1, Ardani mengatakan, kondisi bangunan SDN Pasirkadu 1 sudah tidak memungkinkan karena sudah hancur.
“Bangunan sudah ancur. Namun tidak bisa diperbaiki karena kan mau digusur proyek Jalan Tol Serang-Panimbang,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin, 17 Juli 2023.
Bangunan SDN Pasirkadu 1 masuk area lintasan jalan tol. Saat ini, sebagian lahan sudah dilakukan penggalian untuk saluran air.
“Untuk proses pengerjaan sementara ini masih off. Mulai lagi nanti di bulan Agustus,” katanya.
Ketika, pengerjaan proyek kembali dilaksanaakn di belakang sekolah, aka nada lalu lintas kendaraan truk pengangkut tanah, batu, dan alat berat.
“Entar kalau pengerjaan proyek jalan tol mulai lagi bekerja, ini sangat khawatir keselamatan anak-anak. Untuk itu kita masyarakat di sini pengin segera bangunan sekolah ini direlokasi,” katanya.
Masyarakat minta agar SD Pasirkadu 1 segera direlokasi demi keselamatan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar. Sebab, sekolah ini masih digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) setiap hari.
“Masih aktif, masih dipergunakan kegiatan KBM dari kelas satu sampai kelas enam. Semua masih aktif belajar setiap hari,” katanya.
Oleh karena itu, selaku wali siswa dan mewakili masyarakat, ia meminta Pemerintah segera merelokasi SD Pasirkadu 1. Terlebih, lahan pengganti untuk SD ini sudah ada di Kampung Masjid, masih di Desa Pasirkadu.
“Namun belum ada action atau tindakan mau dimulainya pembangunan sampai sekarang. Semua masyarakat mendesak, karena kan kondisinya sangat mengkhawatirkan, bangunan tembok sudah pada retak, jadi ngeri juga ya, takutnya anak-anak lagi belajar sekolah di sini kena genteng jatuh kalau tidak segera direlokasi,” katanya.
Rasa khawatir itu menyelimuti para orang tua, karena kondisi bangunan SD pasirkadu 1 sudah rusak. Sementara, alat berat saat beroperasi menimbulkan getaran kuat.
“Getaran alat berat itu juga sampai membuat tembok pada retak. Dan memang semua masyarakat juga terganggu ketika aktivitas pengerjaan proyek berjalan karena getaran alat berat saat melakukan pemadatan lahan untuk lintasan jalan tol,” katanya.
Warga lain, Sarimah, juga meminta Pemerintah segera merelokasi SD Pasirkadu 1.
“Biar anak belajarnya nyaman dan aman. Kalau belum pindah, saya juga khawatir karena bangunan sekolah sudah begitu ditambah kalau banyak alat berat anak-anak suka main di lokasi proyek dan itu kan bahaya,” katanya. (*)
Reporter: Purnama Irawan
Editor: Agus Priwandono











