TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID – Meski isu penghapusan honorer terus bergulir, Pemkot Tangsel rupanya masih anggarkan uang APBD untuk gaji tenaga honorer di tahun depan.
Menurut Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Tangsel Wawang Kusdaya, pihaknya tetap menganggarkan gaji untuk tenaga honorer di tahun depan, yang totalnya puluhan milyar tersebut.
“Masih, masih dianggarin (gaji tenaga honorer-red) jumlahnya sama dengan tahun sekarang, jadi tidak ada PHK tahun depan,” ujar Wawang, Jumat, 4 Agustus 2023.
Kendati demikian, wawang menjelaskan, honorer yang masih menerima gaji di tahun depan adalah honorer yang namanya telah terdaftar di database Badan Kepegawaian Negara (BKN). Hal itu sesuai dengan amanat Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).
Wawang mengatakan, di tahun 2023 ini sudah terjadi perubahan status tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kontrak atau P3K.
“Baru guru dan tenaga kesehatan sekitar 2.500, berubah status dari tenaga honorer menjadi P3K, dan pastinya ada kenaikan anggaran, karena gaji P3K akan menyesuaikan dengan ASN,” jelasnya.
Wawang mengatakan jumlah honorer yang ada di Tangsel sekitar 12 ribu orang.
Sementara itu pada kesempatan lain, Walikota Tangsel Benyamin Davnie telah mengizinkan tenaga honorer Tangsel untuk melakukan demo ke gedung DPR RI, menuntut kebijakan penghapusan honorer pada 7 Agustus mendatang.
Menurut Benyamin, para honorer memiliki hak untuk mengemukakan pendapat dan menolak kebijakan yang dianggap merugikan mereka.
“Tidak apa-apa, silakan saja itu hak demokrasi masing-masing ya,” ujar Benyamin, Rabu, 2 Agustus 2023.
Benyamin menegaskan, para honorer tetap harus mematuhi aturan yang berlaku dengan meminta izin terlebih dahulu kepada atasan mereka. Selain itu ia juga berpesan untuk selalu menjaga kondusifitas selama melakukan unjuk rasa.









