CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID – Sejumlah kalangan dari akademisi hingga anggota DPRD Kota Cilegon mengkritisi performa Pemkot Cilegon di bawah kepemimpinan Walikota Cilegon Helldy Agustian dan Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta.
Kritikan itu disampaikan dalam sebuah diskusi publik yang dihadiri oleh kalangan akademisi, organisasi masyarakat, organisasi mahasiswa, dan DPRD Kota Cilegon, Jumat, 4 Agustus 2023.
Seorang akademisi, Fauzi Sanusi, menjelaskan, ada beberapa program pemerintah yang telah terealisasi selama Helldy dan Sanuji memimpin.
Namun, menurutnya, tetap ada catatan penting dari capaian kinerja Helldy-Sanuji yang tidak bisa dihindari, khususnya soal peningkatan investasi dan penurunan angka pengangguran.
Menurutnya, peningkatan investasi yang signifikan yakni hingga Rp32,97 triliun pada 2022 itu tidak berbanding lurus dengan turunnya angka pengangguran yang hanya 2,03 persen.
“Seharusnya kalau kita mau melihat prestasi Cilegon, kenaikan investasi itu bisa menyerap tenaga kerja lebih dari 2 persen. Investasi naik 14 persen, pengangguran turun cuma 2 persen. Harusnya bisa sampai 7 persen,” ujarnya.
Dengan data tersebut, Fauzi menyatakan, Pemkot Cilegon belum benar-benar memahami bahwa peningkatan investasi yang besar harus dibarengi dengan penurunan angka pengangguran yang juga signifikan.
“Pemerintah daerah tidak mengerti bahwa kenaikan investasi itu harusnya bisa menyerap secara signifikan dan simetris angka pengangguran, ini cuma 2 persen. Jadi istilahnya ini anomali. Investasi naik, tapi pengangguran turunnya tidak signifikan. Ini keteledoran,” ujarnya.
Fauzi juga menyoroti tentang dua program yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yaitu Pelabuhan Warnasari dan Jalan Lingkar Utara (JLU).
“Yang paling nyata menurut saya yang tidak bisa diteruskan oleh pemerintahan Helldy ini adalah yang pertama Pelabuhan Warnasari dan yang kedua Jalan Lingkar Utara yang dulu itu merupakan harus sustainable karena masuk dalam RPJMD dan banyak aset daerah yang telantar, seperti bangunan Matahari lama, JLS juga tidak terurus,” paparnya.
Kendati menyampaikan banyak kritikan, Fauzi juga mengaku tak menampik jika sejumlah program telah terealisasi seperti beasiswa full sarjana.
“Memang sampai tahun 2022 ini kinerja Pemkot Cilegon ini mendapat 36 penghargaan dan beberapa janji politik yang sudah ditunaikan. Memang itu sudah ada yang ditunaikan, termasuk beasiswa full sarjana tapi yang lainnya masih ada yang perlu dievaluasi,” papar Fauzi.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Cilegon Baihaki Sulaiman menjelaskan, capaian kinerja dan realisasi janji politik Helldy-Sanuji sejauh ini masih di angka 20 hingga 30 persen.
“Salah satunya reformasi birokrasi belum terealisasi. Sampai hari ini belum mendapat pelayanan yang ramah dari seluruh instansi yang ada, kalau datang ke dinas atau instansi yang lain masih saja dicuekin. Padahal kita menginginkan kalimat baru, modern dan bermartabat itu menghadirkan pemerintah yang mampu meningkatkan tentang pelayanan yang maksimal terhadap masyarakat,” ujarnya.
Baihaki juga menegaskan visi Cilegon Baru, Modern dan Bermartabat itu jangan hanya dijadikan jargon belaka. Ia berharap, di bawah kepemimpinan Helldy-Sanuji Kota Cilegon dapat meningkatkan pelayanan publik. (*)
Reporter Bayu Mulyana
Editor : Aas Arbi











