LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak akan melakukan gerakan penanganan kekeringan untuk mengatasi dampak kekeringan yang terjadi pada 156 hektare lahan sawah di Kecamatan Cibadak, Leuwidamar, Panggarangan, Sobang, Wanasalam, Cigemblong, Wanasalam, dan Banjarsari.
Kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat mengatakan, dalam mengatasi kekeringan pihaknya sudah menyiapkan beberapa langkah untuk meringankan beban para petani di Lebak dalam menghadapi dampak El Nino yang saat ini terjadi.
“Sebelumnya Distan Kabupaten Lebak telah mengeluarkan surat edaran kepada Korwil BPP (Balai Penyuluh Pertanian) se-Kabupaten Lebak pada Mei 2023,” katanya, Selasa, 29 Agustus 2023.
Dijelaskan, Rahmat, dalam surat edaran tersebut pihaknya memberikan imbauan kepada petani untuk melakukan percepatan penanaman padi di wilayah yang masih tersedia air.
“Dalam surat tersebut, intinya kita mengantisipasi dampak El Nino dengan melakukan percepatan tanam di wilayah yang masih tersedia sumber air dengan menggunakan varietas yang tahan kekeringan,” ujarnya.
Selain mengeluarkan surat imbauan penanaman varietas tahan kekeringan, Gerakan Penanganan Kekeringan yang saat ini dilakukan Distas Lebak juga akan melakukan pemeliharaan saluran irigasi.
“Kami akan melakukan pemeliharaan terhadap saluran irigasi, pipanisasi, dan embung. Selain itu melakukan gilir air yang dikelola oleh P3A, serta menginventarisasi wilayah-wilayah di Lebak yang rawan terjadinya kekeringan serta ketersediaan sumber air,” tutur Rahmat.
Distan Kabupaten Lebak juga sudah berkoordinasi dengan BPTHP Provinsi Banten dan menyampaikan permohonan bantuan pompa.
Rahmat menyebutkan, untuk kerugian yang diakibatkan kekeringan dari dampak El Nino sampai saat ini masih dalam pendataan.
“Untuk kerugian belum ada, kami melakukan pendataan akibat dampak kekeringan yang disebabkan oleh fenomena El Nino,” ucapnya.
Berdasarkan data Distan Lebak dari Koordinator Petugas POPT (Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan) Kabupatan Lebak, dari 15 sampai 21 Agustus 2023, telah terjadi kekeringan dengan luasan mencapai 156 hektare, yang terdiri dari kategori ringan seluas 93 hektare, sedang seluas 32 hektare, berat seluas lima hektare, dan puso seluas satu hektare. (*)
Reporter : Nurandi
Editor: Agus Pŕiwandono











