SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Hingga saat ini, harga beras di Pasar Induk Rau, Kota Serang, belum turun. Akibatnya, para pedagang pun mengeluhkan omzetnya yang menurun.
Berdasarkan pantauan di lapangan, harga jual beras dengan kualitas medium saat ini Rp 15 ribu per kilogram dan untuk beras kualitas sedang Rp 14 ribu per kilogram. Sementara, untuk beras dengan kualitas standar Rp 13 ribu per kilogram.
Kenaikan harga beras yang tak kunjung turun itu, diyakini akibat dampak musim kemarau yang sudah melanda selama dua bulan.
Salah satu pedagang beras di Pasar Induk Rau, Bahrudin mengakui jika saat ini harga beras masih tinggi dan cenderung stabil.
Biasanya, menurut Bahrudin, harga beras dalam satu hari mengalami kenaikan sebesar Rp 200 per kilogram. Kenaikan itu juga diakui membuat banyak para pembeli mengeluh.
“Bulan November dan Desember 2023 kayaknya akan meledak (harga beras) karena masa tanam dan musim kemarau,” ujar Bahrudin, Kamis, 5 Oktober 2023.
Kenaikan harga beras itu juga, lanjut Bahrudin, berimbas pada daya beli masyarakat. Pasalnya, pembeli beras di tempatnya itu biasanya membeli satu karung beras. Namun, saat ini, pembeli hanya membeli setengah karung beras saja.
“Makanya konsumen itu banyak mengeluh kok harganya naik terus. Ya, info dari sana naik, jadi mau tidak mau kita naikin, masa di produsen naik, kita harganya tetap,” ucapnya.
Bahrudin mengaku bahwa kenaikan harga beras juga akibat dari harga padi yang cukup mahal, lantaran petani yang mengalami gagal panen.
“Ngaruh ke omzet penjualan, biasanya Rp 25 juta per hari, sekarang paling dapet Rp 15 juta per hari, jadi merosot banget,” katanya. (*)
Reporter: Nahrul Muhilmi
Editor: Agus Priwandono











