SERANG,RADARBANTEN.CO.ID-Pemuda Tani Indonesia (PTI) memprediksi bahwa di tahun 2063 nanti profesi petani di Indonesia akan hilang. Hal itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal PTI R. Sony Seorojo Junior.
Sony menyebut bahwa hilangnya profesi petani di negara ini disebabkan oleh rendahnya minat kaum muda untuk menjadi petani. Hal itu tentunya akan menyebabkan tidak adanya regenerasi petani.
“Bappenas memprediksi bahwa tahun 2063 nanti petani di Indonesia akan hilang. Hal itu tentunya menjadi kekhawatiran bagi kami semua, melihat petani sendiri memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga ketahanan pangan di negara ini,” kata Sonny dalam acara syukuran ulang tahun ke-37 di Tatakan, Kota Serang pada Minggu 26 November 2023.
Sony menerangkan, PTI telah melakukan survei tentang minat bekerja di sektor pertanian dengan menargetkan kaum muda dan mahasiswa sebagai sasarannya. Hasilnya, mereka menyatakan siap bekerja di sektor pertanian.
Namun lanjut Sonny, ketika anak muda ditanya apakah siap berusaha di bidang pertanian, mereka menjawab berbeda-beda.
“Untuk itu, PTI mendorong anak-anak muda untuk menjadi wirausaha muda di bidang pertanian,” ujar Sonny.
Dia pun menyoroti tentang alih fungsi lahan yang telah menjadi permasalahan serius yang perlu ditangani secara bersama-sama. Sebab, alih fungsi lahan juga menjadi salah satu penyebab hilangnya profesi ini.
Disingung soal dukungan kepada calon presiden di Pemilu 2024 nanti, Sonny mengaku bahwa pihaknya ingin siapapun capresnya harus dapat memperkuat undang-undang terkait lahan dan bisa mengimplementasikannya.
“Harapannya alih fungsi lahan di Indonesia semakin minim. Agar lahan pertanian tersedia luas bagi petani,” pungkasnya. (*)
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Agung S Pambudi











