TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-PDIP memastikan tiga pasang calon residen dan wakil residen tidak ada yang akan menang satu putaran pada Pemilu 2024.
Menurut Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, klaim kubu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang akan memenangkan pilpres satu putaran adalah hal yang mustahil.
Menurut Hasto, tingkat keterpilihan atau elektabilitas Prabowo-Gibran saat ini hanya 38 persen. Masih jauh dari kata memenangkan pilpres satu putaran dengan perolehan suara tersebut.
“Yang mau mencoba menang satu putaran, fakta menunjukan bahwa sampai hari ini baru 38 persen untuk Prabowo-Gibran. Artinya ada 62 persen yang tidak setuju dengan Pak Prabowo. Artinya pilpres ke depan sampai hari ini belum ada juaranya,” ujar Hasto, Senin, 11 Desember 2023.
Hasto mengatakan, elektabilitas Prabowo-Gibran yang hanya 38 persen ini sebetulnya sudah ditopang dengan berbagai upaya, seperti memasang baliho besar-besaran sampai ke pelosok-pelosok desa, pemberian bansos di mana-mana, dan mengumpulkan aparatur desa. Nyatanya, elektabilitas Prabowo belum terdongkrak naik dari 38 persen.
“Di mana elektoral Pak Prabowo setelah didukung dengan segala upaya rekayasa hukum di MK, melalui jutaan baliho, melalui intimidasi kepala desa dikumpulkan, hanya 38 persen. Artinya apa? 62 persen tidak setuju dengan Pak Prabowo,” ungkap Hasto.
Menurut Hasto, tidak naiknya tingkat elektoral Prabowo yang paling besar dikarenakan rekam jejak masa lalu Prabowo sebagai pelanggar hak asasi manusia (HAM).
Hasto mengatakan, Ganjar Pranowo-Mahfud MD yang didukung PDIP optimis bisa memenangi pilpres meski memiliki keterbatasan modal, tidak memiliki ribuan baliho seperti Prabowo.
“Pasangan Ganjar-Mahfud menghadirkan kepemimpinan yang menyejukan, kepemimpinan yang tidak pernah menyakiti rakyat, kepemimpinan yang mengangkat kemiskinan sebagai suatu dedikasi untuk diatasi secepatnya melalui KTP Sakti,” jelas Hasto.
Reporter: Syaiful Adha
Editor : Aas Arbi











