SERANG, RADARBANTEN.CO.ID- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Serang meminta seluruh puskesmas di Kabupaten Serang berkolaborasi menjalankan program Bayi Lahir Antuk Akta Kelahiran, KK dan KIA alias Balung Anak.
Pasalnya, partisipasi dari puskesmas di Kabupaten Serang menjalankan program tersebut masih minim.
Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan (PDIP) pada Disdukcapil Kabupaten Serang Hani Finola mengatakan, saat ini baru ada satu puskesmas yang bekerjasama dan menjalankan program Balung Anak yaitu Puskesmas Kramatwatu. Sementara dua puskesmas lainnya masih dalam proses pemberkasan.
“Kita sudah sampaikan pada saat rapat rembuk stunting untuk puskesmas ikut program tersebut, namun baru 3 yang merespon. Satu sudah bekerjasama sejak maret dan dua masih dalam proses pemberkasan yaitu Puskesmas Pamarayan dan Puskesmas Tirtayasa,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, 29 Desember 2023.
Selain puskesmas, program Balung Anak juga dilaksanakan oleh tiga rumah sakit dan bidan-bidan di wilayah Kabupaten Serang. “Yang sudah kerja sama ada 17, terdiri dari rumah sakit, puskesmas, klinik dan bidan. Paling banyak di Kecamatan Bojonegara 9 bidan yang kerja sama,” jelasnya.
Ia mengatakan, puskesmas yang menjalankan program Balung Anak bukan sekedar menjalankan program milik Disdukcapil saja, melainkan juga dapat menjadi salah satu prasyarat puskesmas untuk akreditasi.
“Program Balung anak untuk puskesmas penting sebenarnya untuk membantu akreditasi. Ini terbukti di puskesmas Kramatwatu,” jelasnya.
Ia mengatakan, program Balung Anak merupakan salah satu program penting untuk mengejar target capaian pemuatan akta kelahiran dan capaian pembuatan KIA. Tahun ini, Disdukcapil mencanangkan target untuk akta kelahiran sebanyak 98 persen sementara KIA sebanyak 50 persen.
“Untuk akta kelahiran 95,17 persen dari target 98 persen. Untuk kartu identitas anak dari target 46,01 targetnya 50,” jelasnya.
Pihaknya menargetkan program Balung Anak dapat diikuti oleh seluruh Puskesmas di Kabupaten Serang sehingga capaian pembuatan KIA dan akta kelahiran bisa segera tercapai.
“Targetnya kita seluruh kecamatan minimal ada, setiap puskesmas bekerja sama. Kita memang akan menyosialisasikan ke Dinas Kesehatan agar nanti baik puskesmas ataupun bidan dapat bekerjasama sehingga mampu menggenjot target KIA ataupun akta kelahiran sehingga dapat terpenuhi,” pungkasnya.
Editor : Merwanda











