SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Inflasi di Provinsi Banten dalam beberapa bulan terakhir ini terus merangkak naik dan pada bulan Desember 2023 sudah diangka 3,06 persen.
Merangkak naiknya angka inflasi di Banten disebabkan oleh naiknya harga beberapa komoditas seperti cabai rawit.
Melihat hal tersebut, emak-emak yang tergabung dalam Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Banten tidak tinggal diam.
Diketuai oleh Tine Al Muktabar, emak-emak PKK ahli dapur rumah tangga ini bergerak dengan menggencarkan pemanfaatan lahan pekarangan rumah. Emak-emak ini memanfaatkan perkarangan rumah dengan menanami cabai.
“Lahan pekarangan bermanfaat untuk peningkatan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga,” katanya usai melaksanakan kegiatan Senam Bersama dan Panen Raya Cabai, Bawang Merah dan Rambutan Bersama Penjabat (Pj) Gubernur Banten Al Muktabar di Kawasan Sistem Pertanian Terpadu (Sitandu) Pemerintah Provinsi Banten, Jumat 19 Januari 2024.
Ia mengatakan, memanfaatkan perkarangan rumah dapat memberikan manfaat bagi kehidupan keluarga, antara lain sebagai sumber pangan dan juga sebagai sumber pendapatan.
Maka dari itu, TP PKK Provinsi Banten kini menggalakan gerakan setiap rumah menanam cabai. Gerakan tersebut, dilaksanakan melalui kader-kader PKK yang sehari-hari berada dalam lingkungan masyarakat.
“Para kader diharapkan mampu membina anggotanya untuk menanam cabai di lingkungan rumahnya masing-masing,” ungkapnya.
Pemilihan tanaman cabai, adalah sebagai upaya membantu pemerintah dalam pengendalian inflasi. “Cabai merupakan salah satu komoditi yang menyumbang tingginya angka inflasi,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Banten mendukung sepenuhnya gerakan setiap rumah menanam cabai oleh TP PKK Provinsi Banten. Kepala Dinas Pertanian Provinsi Banten, Agus Tauhid mengatakan, gerakan setiap rumah menanam cabai telah membantu pemerintah meningkatkan produksi cabai.
Pihaknya, mendukung program PKK tersebut dengan menyediakan 1 juta bibit cabai. “Program PKK sangat membantu mendongkrak produksi cabai di Provinsi Banten,’ katanya.
Reporter : Yusuf Permana
Editor: Abdul Rozak











