SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Identitas perempuan yang tewas akibat terserempet kereta api (KA) di Kampung Kroya, RT 007 RW 002, Kelurahan Kasunyatan, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Senin pagi, 29 Januari 2024, telah terungkap.
Korban diketahui bernama Hawiyah (84), warga Kampung Kroya Bugis, Kelurahan Margaluyu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
“Sudah diketahui identitasnya. Ada pihak keluarganya tadi datang,” ujar sumber RADARBANTEN.CO.ID di RSUD dr Dradjat Prawiranegara, Kota Serang.
Ia mengatakan, berdasarkan keterangan pihak keluarganya, korban mengalami pikun. Korban kemudian meninggalkan rumah sekira pukul 01.00 WIB.
“Menurut pengakuan anaknya sudah pikun. Dinihari tadi keluar rumah,” katanya.
Kasi Humas Polresta Serang Kota, Kompol Iwan Sumantri, mengatakan bahwa kejadian korban terserempet kereta api tersebut berlangsung sekira pukul 04.30 WIB.
Ketika itu korban berjalan di rel kereta api dan terserempet KA jurusan Merak-Rangkasbitung.
Akibat serempeten tersebut korban terpental hingga ke bantalan rel kereta api.
“Kejadiannya berlangsung sekira pukul 04.030 WIB. Korban meninggal dunia di lokasi kejadian akibat terserempet kereta api yang sedang melaju ke arah Merak,” kata Iwan.
Pasca korban terpental tersebut, masinis langsung melaporkan kejadiannya kepada petugas penjaga perlintasan kereta api.
Dari informasi tersebut, petugas penjaga perlintasan KA langsung mendatangi lokasi dan mendapati korban sudah dalam kondisi tewas.
“Setelah mendapati korban sudah meninggal dunia, petugas jaga perlintasan kereta api langsung melaporkannya kepada petugas Polsek Kasemen,” ungkap Iwan.
Petugas Polsek Kasemen yang mendapat informasi tersebut langsung berkoordinasi dengan petugas Polresta Serang Kota. Dari koordinasi tersebut, anggota Polresta Serang Kota bersama dengan petugas RSUD dr Dradjat Prawiranegara mendatangi lokasi kejadian.
Usai olah tempat kejadian perkara, jasad korban kemudian dibawa ke RSUD dr Dradjat Prawiranegara.
“Untuk jasad korban saat ini sudah berada di rumah sakit,” tutur pria asal Ciamis, Jawa Barat ini. (*)
Editor: Agus Priwandono











