LEBAK, RADARBANTEN.CO.ID- Calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dapil Banten 1 Lebak-Pandeglang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Neng Siti Julaeha bersyukur karena berpeluang lolos ke Senayan.
Bertarung di tanah kelahiran, Lebak, perempuan yang akrab disapa NJ ini menyampaikan rasa syukur karena tahapan pemungutan suara sudah berjalan lancar dan saat ini masih dalam proses penghitungan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
“Alhamdulillah tahapan pemilu sudah masuk proses penghitungan,” katanya kepada RADARBANTEN.CO.ID, Senin 19 Februari 2024.
Ia mengungkapkan, untuk semua simpatisan partai saling menjaga kondusifitas dan kedamaian pasca-Pemilu 2024. Selain itu, khusus untuk masyarakat di dapil Banten 1 tetap menjaga persaudaraan.
“Sebagai negara yang berazaskan demokrasi mari sama-sama menjaga kondusifitas terutama antar anak bangsa di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang, Banten dengan menjungjung tinggi dan saling menghargai, utamanya saat ini PPP sudah masuk di posisi kelima untuk RI,” ujar Ketua DPC PPP Kabupaten Lebak ini.
Berdasarkan real count KPU di https://pemilu2024.kpu.go.id/ sekira pukul 20.00 WIB, Neng Siti Julaiha meraih 21.471 suara, unggul jauh dari pesaingnya di PPP yakni H. Iip Miftahul Choiry yang mendapatkan 14.933 suara.
Di dapil Banten 1, perolehan suara PPP sebanyak 51.065 masuk dalam lima besar di bawah Partai Gerindra yang meraih 56.751 suara.
NJ berharap semua simpatisan agar saling mengawal proses penghitungan suara dan tetap mengawal semua proses yang dilakukan KPU saat ini.
“Kepada seluruh kader dan simpatisan PPP atas nama Ketua DPC saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya kepada kami dan mari kita kawal dan jaga ketat pergerakan suara di KPU untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucap politisi kelahiran Lebak ini.
NJ juga memberikan imbauan agar KPU tetap menjaga marwah institusi dan bisa menjalankan tugasnya menjadi penyelenggara yang baik sehingga tercipta proses pemilu yang jujur dan adil.
“Melalui sambungan ini kami mengimbau agar agar KPU menjadi institusi terhormat dengan tidak bisa diintervensi pihak manapun, karena jika itu dilakukan akan berhadapan dengan hati nurani dan masyarakat banyak,” pungkasnya.
Reporter: Nurandi
Editor : Aas Arbi











