PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Komoditas beras menjadi salah satu inflasi terbesar di Pandeglang. Selain itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Pandeglang, Mohamad Nasir, menyebutkan salah satu penyumbang inflasi adalah rokok.
Mohamad Nasir menyatakan bahwa meskipun inflasi terkait beras dianggapnya masih kecil, namun faktor lain yang menyumbang inflasi adalah harga bahan makanan dan minuman, serta terutama rokok.
“Namun yang mempengaruhi adalah rokok. Jadi kalau ingin inflasi turun, sebaiknya tidak merokok, seperti saya yang tidak merokok,” ungkapnya kepada awak media, Kamis, 7 Maret 2024.
Nasir juga menyebutkan bahwa lonjakan harga beras di beberapa wilayah, termasuk Pandeglang, adalah hal yang wajar. Terlebih, di Pandeglang belum memasuki masa panen raya. Hanya di 15 kecamatan yang telah memasuki masa panen padi.
“Namun kita masih belum bisa memenuhi semua kebutuhan. Jika dilihat begitu, maka cukai rokok memiliki pengaruh besar, sedangkan kenaikan harga beras hanya sedikit, sekitar 0.0001 persen,” katanya.
Nasir mengatakan, menjaga inflasi tidak hanya bergantung pada masa panen raya saja, tetapi Pemerintah Daerah juga telah melakukan langkah-langkah untuk menjaga stabilitas harga pangan melalui tim pengendali inflasi.
“Di pasar, kami memiliki mitra, yaitu mitra SPHP yang bertugas untuk menstabilkan harga beras di pasaran. Sehingga, meskipun ada kenaikan harga sedikit saja, tetap terkontrol. Kami membiarkan petani mendapatkan keuntungan terlebih dahulu untuk menciptakan kesejahteraan, karena penting bagi kita untuk memberi penghargaan kepada para petani,” katanya.
“Dan sekarang alhamdulillah sudah turun, yang penting mitra-mitra Bulog di pasar itu sudah memenuhi sesuai permintaan,” sambungnya.
Nasir mengungkapkan, Kabupaten Pandeglang merupakan sentra utama produksi beras, namun produksi lokal tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan secara keseluruhan.
Selain itu, Nasir menegaskan bahwa menjaga stabilitas inflasi merupakan salah satu tanggung jawab Pemerintah Daerah.
Setiap hari Senin, mereka melaksanakan rapat koordinasi dengan Menteri terkait untuk menjaga stabilitas inflasi di daerah.
“Setiap Senin, kami mengadakan rapat koordinasi dengan Menteri terkait untuk menjaga stabilitas. Ini bukan hanya tugas sektor pertanian, tetapi melibatkan semua komponen di daerah,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, angka inflasi Kabupaten Pandeglang terbilang terkendali dengan baik. Namun, masih harus menjaga kestabilannya.
Berdasarkan data BPS Kabupaten Pandeglang, angka inflasi bulan Februari 2024 tercatat 0,91 persen atau lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang berada kurang dari 0,1 persen.
Ahli Madya Statistik di BPS Kabupaten Pandeglang, Adji Subekti, menjelaskan bahwa lonjakan inflasi tersebut sebagian besar disebabkan oleh kenaikan harga bahan makanan, yang mencapai sekitar 0,75 persen dari total inflasi.
“Sebagian besar dari inflasi 0,91 persen pada bulan Februari berasal dari kenaikan harga bahan makanan dan minuman,” kata Adji Subekti, Rabu, 6 Maret 2024. (*)
Editor: Agus Priwandono











