PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID – Jajanan tempo dulu khas Betawi bernama kue dongkal atau dodongkal banyak diminati masyarakat, kue yang berbentuk kerucut ini bisa ditemukan oleh warga Pandeglang tepatnya di Jalan Raya Majasari Kabupaten Pandeglang.
Jajanan tradisional kue dongkal tersebut masih terus eksis di tengah-tengah banyaknya makanan kekinian saat ini, kue dongkal ini memiliki citarasa manis, gurih dan pulen sangat cocok untuk menu berbuka puasa.
Meskipun kue dongkal termasuk dalam kudapan tradisional yang telah ada sejak zaman penjajahan, namun minat terhadapnya tetap tinggi karena kue ini terbuat dari bahan-bahan alami yang sehat. Kue tradisional ini dibuat dari campuran tepung beras, parutan kelapa, garam, dan gula.
Penjual Kue Dongkal, Rudi, telah menjalankan usahanya sejak tahun 2011 hingga saat ini. Menurutnya, minat terhadap kue dongkal masih tinggi karena rasanya yang alami.
“Sudah sejak tahun 2011 saya mulai berjualan kue dongkal, dan sampai sekarang minatnya masih tinggi karena rasanya masih alami,” ungkapnya, Jumat 29 Maret 2024.
Rudi biasanya menjual dua kukusan per hari dengan pendapatan rata-rata sebesar Rp 250 ribu.
“Harganya adalah Rp 10 ribu dan Rp 15 ribu untuk setiap porsi,” ucapnya.
Ia menyampaikan, untuk membuat kue dongkal ini pertama aduk tepung beras dengan parutan kelapa, tambahkan garam secukupnya.
“Kemudian masukan ke dalam aseupan, jangan lupa diberikan gula aren disetiap lapisannya. Setelah 15 menit kue dongkal matang dan siap untuk disajikan,” tuturnya.
Ia berharap kue kudapan tradisional ini bisa terus dinikmati disetiap generasinya, agar tetap bisa melestarikan makanan khas Indonesia ditengah-tengah banyaknya makanan luar negeri yang masuk ke Indonesia.
“Ya semoga generasi yang akan datang makanan tradisional kita jangan terkalahkan oleh makanan dari luar negeri, jadi bisa tau makanan tradisional khas kita,” tandasnya. (*)
Editor: Bayu Mulyana











