LEBAK,RADARBANTEN.CO.ID – Tragedi putusnya jembatan gantung yang mengakibatkan belasan orang terjatuh di Kampung Cigedang, Desa Leuwiipuh, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Lebak, pada Rabu 10 April 2024, mendapatkan respons Pj Bupati Lebak Iwan Kurniawan.
Ia mengungkapkan, kejadian yang mengakibatkan 15 orang luka-luka menjadi perhatiannya khususnya Pemerintan Kabupaten (Pemkab) Lebak.
“Itu menjadi perhatian bagi kami, kenapa menjadi perhatian karena sudah menimbulkan adanyan kecelakaan, yang diluar keinginan kita,” kata Iwan kepada wartawan saat berada di Kantor Bapelitbangda Lebak, Selasa 16 April 2024.
Disampaikan Iwan, pasca kejadian tersebut ia sudah memberikan imbauan kepada pihak desa dan kecamatan agar jembatan tersebut tidak digunakan kembali.
“Kami sudah imbau kepada pihak desa dan kecamatan, seharusnya jembatan gantung itu, tidak gunakan dengan kapasitas yang bersamaan 15 orang,” tuturnya.
Usai kejadian tersebut, Iwan menjelaskan pihaknya akan melakukan intervensi untuk pembangunan jembatan tersebut, namun saat ini masih proses.
“Kemudian kami sudah berdiskusi, akan melakukan intervensi namun, masih ada beberapa kendala kriteria di dalam pembangunan (jembatan),” ucapnya.
Ia menambahkan, kendala tersebut karena keberadaan jembatan gantung bukan jalur utama dan penting bagi masyarakat di Desa Leuwiipuh.
“Jadi jembatan gantung hanya untuk akses ke pemakaman, padaha ada sisi lain, jembatan yang sebetulnya yang digunakan untuk manfaat dari kampung ke kampung,” tandasnya.
Reporter: Nurandi
Editor: Aditya











